<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19571">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KAPASITAS LENTUR PADA BALOK BETON BERTULANG MUTU TINGGI DENGAN VARIASI ADITIF DAN SUBSTITUSI AGREGAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lissa Opirina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Beton mutu tinggi dibentuk dengan nilai FAS yang rendah, sehingga&#13;
membutuhkan semen dalam jumlah yang besar, agregat serta penggunaan bahan&#13;
tambahan / additive (silica fume) dan admixture superplasticizer. Sementara itu&#13;
ketersediaan material yang berasal dari sungai dan batuan alam semakin&#13;
berkurang jumlahnya Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang&#13;
penggunaan bahan tambahan pengganti tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
menganalisis kapasitas lentur balok beton bertulang mutu tinggi dengan variasi&#13;
aditif dan substitusi agregat yaitu cangkang sawit, pasir pozzolan dan fly ash&#13;
batubara. Pada penelitian ini diuji 7 buah balok berukuran 15 x 30 x 220 cm untuk&#13;
masing-masing aditif dan substitusi agregat sebanyak satu benda uji dan satu&#13;
benda uji balok normal. Benda uji didisain untuk mengalami gagal lentur. Mutu&#13;
baja (fy)yang digunakan untuk tulangan pokok sebesar 445,63 MPa dan tulangan&#13;
geser sebesar 381,97 MPa, tulangan tarik yang digunakan berdiameter 15,8 mm&#13;
ulir, tulangan tekan diameter 11,9 mm ulir dan tulangan geser diameter 11,9 mm&#13;
ulir. Kuat tekan Beton Mutu Tinggi (BMT)tanpa variasi aditif dan substitusi&#13;
agregat (normal)yang didapat sebesar 60,652 MPa dengan FAS 0,30. Hasil&#13;
penelitian menunjukan bahwa semua balok mengalami gagal lentur sesuai yang&#13;
direncanakan. Kapasitas lentur balok normal yang dihasilkan sebesar 2,696.&#13;
Lendutan maksimum untuk variasi aditif didapat pada BMT fly ash batubara&#13;
(FABB)dengan persentase besarnya lendutan terhadap BMT normal sebesar&#13;
210,804% dengan beban maksimum 273,305 kN, sedangkan untuk variasi&#13;
substitusi agregat halus didapat pada BMT Pasir Pozzolan (PPAH)dengan&#13;
persentase besarnya lendutan 178,392% dengan  beban 257,02 KN. Perbandingan&#13;
daktilitas balok BMT fly ash batubara terhadap balok BMT normal sebesar&#13;
130,011%, sedangkan pada balok BMT PPAH 19,751%. Dapat disimpulkan&#13;
variasi aditif dan substitusi agregat dapat meningkatkan nilai lendutan dan&#13;
daktilitas beton mutu tinggi. Fly ash batubara memiliki nilai yang terbaik dan&#13;
sangat efektif untuk digunakan&#13;
Kata Kunci : Balok Beton Bertulang Mutu Tinggi, Kapasitas Lentur, Aditif,&#13;
Substitusi Agregat, Lendutan, Daktilitas.</note>
 <subject authority="">
  <topic>BEAMS - STRUCTURAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>REINFORCED CONCRETE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BENDING CAPACITY</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>19571</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-02-16 09:54:32</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-26 15:35:28</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>