HUBUNGAN POLA PEMBERIAN OBAT ANTIPSIKOTIK TERHADAP EFEK SAMPING PARKINSONISME PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI BLUD RUMAH SAKIT JIWA ACEH TAHUN 2015 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN POLA PEMBERIAN OBAT ANTIPSIKOTIK TERHADAP EFEK SAMPING PARKINSONISME PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI BLUD RUMAH SAKIT JIWA ACEH TAHUN 2015


Pengarang

Muhammad Adithia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1107101010111

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Efek samping parkinsonisme merupakan suatu bagian dari sindrom ekstrapiramidal yang muncul akibat penggunaan antipsikotik. Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai oleh dua atau lebih tanda tanda halusinasi, pembicaraan tidak teratur, sikap katakonik, emosi negatif seperti kehilangan ekspresi emosi. Gangguan di jaras nigrostriatal oleh penggunaan antipsikotik dapat mencetus timbulnya efek samping parkinsonisme pada pasien skizofrenia. Pola penggunaan antipsikotik, antipsikotik tipikal ataupun antipsikotik yang melebihi dosis dapat menimbulkan efek samping parkinonisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian obat antipsikotik terhadap efek samping parkinsonisme pada pasien skizofrenia di Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Jiwa Aceh tahun 2015. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 501 pasien yang terdiri atas 222 pasien dengan pola pengobatan monoterapi dan 279 pasien dengan pola pengobatan polifarmaka. Pengumpulan data dilakukan melalui rekam medik pasien. Hasil penelitian menunjukkan jumlah pasien dengan efek samping parkinsonisme adalah 258 orang (51,5%). Jenis antipsikotik yang paling banyak diberikan adalah kombinasi antipsikotik atipikal berjumlah 108 (37,3%). Pola pengobatan yang mendominasi pasien dengan efek samping parkinsonisme adalah polifarmaka sebanyak 152 (59%). Jenis kelamin pasien dengan efek samping parkinsonisme paling banyak ditemukan adalah laki laki dengan jumlah 204 pasien (79%). Kelompok usia yang paling banyak ditemukan pada pasien dengan efek samping parkinsonisme adalah 25-45 tahun dengan jumlah 179 pasien (69,4%). Hasil analisis dengan metode chi-square menunjukkan adanya hubungan pola pemberian obat antipsikotik terhadap efek samping parkinsonisme pada pasien skizofrenia dengan nilai signifikansi 0,010 (p

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK