PENGARUH MODULUS HALUS BUTIR TERHADAP NILAI SLUMP DAN KUAT TEKAN DENGAN FAS 0,45 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH MODULUS HALUS BUTIR TERHADAP NILAI SLUMP DAN KUAT TEKAN DENGAN FAS 0,45


Pengarang

Fitra Ardiansyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1204001010004

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (D3) / PDDIKTI : 22401

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi bangunan, yang terdiri dari semen, agregat, air dan bahan tambah (admixture dan additive). Beton banyak digunakan dalam berbagai jenis konstruksi karena memiliki banyak kelebihan dan yang tinggi, ekonomis, dan mudah dibentuk. Kuat. Modulus halus butir (MHB) adalah suatu indeks yang dipakai untuk mengukur kehalusan atau kekasaran butir-butir agregat, semakin besar nilai MHB suatu agregrat maka semakin besar butiran agregatnya. Modulus halus butir selain untuk menjadi ukuran kehalusan butir juga dapat mencari nilai perbandingan berat antara agregat. Kehalusan atau kekasaran suatu agregat dapat mempengaruhi kelecakan dari mortar beton, apabila agregat halus yang terdapat dalam mortar terlalu banyak akan menyebabkan lapisan tipis dari agregat halus dan semen akan naik ke atas. Hal tersebut juga dapat mempengaruhi kuat tekan suatu beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh MHB terhadap nilai slump dan kuat tekan beton dengan FAS 0,45. Pada penelitian ini digunakan kerikil, agregat halus dan agregat kasar yang berasal dari krueng Aceh. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai MHB 3,5, 4,5 dan 5,5. Untuk mendapatkan nilai MHB tersebut di atur keofisien agregat kasar dan keofisien agregat halus. Hal ini dilkukan supaya nilai MHB sesuai dengan yang direncanakan. Perencanaan komposisi campuran beton pada penelitian ini dilakukan berdasarkan American Concrete Institute (ACI – 211.1 – 91) yang dikombinasikan dengan Peraturan Beton Bertulang Indonesia ( PBBI – 1971). Benda uji yang digunakan adalah berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Untuk pengujian nilai slump digunakan benda uji sebanyak 9 buah dan terdiri dari 3 buah untuk modulus halus butir 3.5, 3 buah untuk modulus halus butir 4.5 dan 3 buah untuk modulus halus butir 5.5, sedangkan untuk pengujian kuat tekan digunakan benda uji sebanyak 15 buah dan terdiri dari 5 buah untuk modulus halus butir 3.5, 5 buah untuk modulus halus butir 4.5 dan 5 buah untuk modulus halus butir 5.5. Dalam proses perencanaan campuran beton, komposisi campuran dari bahan penyusun beton sangat mempengaruhi kekuatan beton tersebut. Nilai slump dan kuat tekan beton dengan variasi FAS yaitu pada penggunaan FAS 0.45, nilai slump pada modulus halus butir 3.5 didapat 4.83 cm, modulus halus butir 4.5 didapat 21.07 cm dan modulus halus butir5.5 didapat 23.77 cm, sedangkan nilai kuat tekan beton dengan umur 28 hari pada modulus halus butir 3.5 mencapai 204,14 kg/cm2, modulus halus butir 4.5 mencapai 223,51 kg/cm2¬¬ dan modulus halus butir 5.5 mencapai 178,16 kg/cm2.


Kata Kunci: Modulus Halus Butir, Slump, Kuat Tekan Beton.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK