PENGEMBANGAN BUDAYA SEKOLAH UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA MTSN 1 TAKENGON | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGEMBANGAN BUDAYA SEKOLAH UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA MTSN 1 TAKENGON


Pengarang

NAZIR USMAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1109200050056

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Administrasi Pendidikan (S2) / PDDIKTI : 86104

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Prog. Pascasarjana., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PENGEMBANGAN BUDAYA SEKOLAH UNTUK
PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL
GURU PADA MTSN 1 TAKENGON

Oleh : NazirUsman
NIM : 1109200050056

KomisiPembimbing :
1. Prof. Dr. Yusrizal, M. Pd.
2. Prof. Dr. Murniati AR, M. Pd.
ABSTRAK
Pengembangan budaya organisasi merupakan variable kunci yang bias mendorong pengembangan profesionalisme guru yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja sekolah, berhasil atau tidaknya seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar dibutuhkan budaya organisasi yang baik untuk meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang budaya organisasi yang diterapkan disekolah sehingga dapat meningkatkan kompetensi profesional guru.Untuk mencapai penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitati fdengan metode deskriptif. Tekhnik pengumpulan data observasi, wawancara, dan study dokumentasi prosedur analisis data adalah reduksi data, display data, danverifikasi, subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengembangan budaya disiplin dalam menaati peraturan sekolah oleh kepala sekolah dapat meningkatkan professional guru dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah, (2) Pengembangan budaya tanggung jawab oleh kepala sekolah selalu dipenuhi oleh kepala sekolah sehingga semua guru tidak bermain-main dalam menjalankan aktivitas nya sebagai pendidik. (3) Pengembangan budaya malu oleh kepala sekolah juga terus dilakukan kepala sekolah sehingga guru-guru tidak bias bermain main dalam proses belajar pembelajaran.
Kata kunci : BudayaSekolah/Organisasidan Profesional Guru

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK