Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KAJIAN EPIDEMIOLOGI INFEKSI HELMINTHIASIS DAN PERBEDAAN BOBOT TUBUH SERTA DAMPAK EKONOMI PADA KERBAU DI WILAYAH KABUPATEN ACEH TENGAH
Pengarang
IDHAM KHALID - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1209200120014
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Ternak kerbau merupakan salah satu andalan produksi daging Indonesia
dalam menghadapi Swasembada Daging Nasional. Peternakan rakyat, belum mampu
meningkatkan populasi dan produktivitas ternak karena terkendala oleh berbagai
permasalahan salah satunya penyakit. Diantara penyakit ternak yang masih tinggi
tingkat prevalensinya di Indonesia adalah infeksi Helminthiasis atau dikenal juga
sebagai kecacingan pada ternak kerbau. Dampak infeksi Helminthiasis pada ternak
menyebabkan kehilangan nilai ekonomi yang cukup tinggi bagi para peternak. Salah
satu penyebabnya adalah menurunnya nilai jual akibat kurang maksimalnya
pertambahan berat badan dan peningkatan biaya pengobatan. Laporan kerugian
ekonomi akibat ternak terinfeksi Helminthiasis sudah banyak dilaporkan dibeberapa
negara, akan tetapi di Indonesia, data yang berisi informasi tersebut dan prevalensi
kejadian penyakit ini sangat kurang. Kabupaten Aceh Tengah merupakan daerah
peternakan kerbau yang paling utama di Provinsi Aceh, tetapi data mengenai penyakit
infeksi terhadap ternak masih kurang, terutama tentang penyakit infeksi
Helminthiasis.
Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat prevalensi, perbedaan bobot tubuh
dan nilai ekonomis pada kerbau terinfeksi Helminthiasis yang berada di Wilayah
Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriktif analitik
menggunakan metode wawancara dengan kuesioner. Pertanyaan yang diajukan
kepada peternak dan pejual ternak berupa pendugaan harga dan kondisi ternak. Data
lainnya di ambil berupa lingkar dada ternak untuk menentukan bobot tubuh dan
sampel feses yang diperiksa dengan metode Mc Master dan Sedimentasi Modifikasi
Borray. Berdasarkan jumlah telur cacing yang terdapat di dalam feses ditentukan
tingkat keparahan dari infeksi Helminthiasis. Selanjutnya perhitungan nilai ekonomi
akibat infeksi Helminthiasis dihitung berdasarkan pendekatan rumus modifikasi
persamaan dari Swai dan Ulicky.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi penyakit Helminthiasis di
Wilayah Kabupaten Aceh Tengah sebesar 70,4%, kemudian diketahui juga bahwa
umur, berat badan dan penampilan ternak kerbau yang terinfeksi Helminthiasis tidak
berpengaruh terhadap nilai ekonomi kerbau. Kerugian akibat infeksi Helminthiasis
pada kerbau di Kabupaten Aceh Tengah mencapai Rp.1.303.475.712/tahun dari
pemotongan kerbau dan Rp.15.136.734.976/tahun pada tingkat populasi. Kesimpulan
dari hasil penelitian ini adalah bobot tubuh ternak kerbau yang terinfeksi
Helminthiasis cenderung lebih rendah dibanding yang sehat, dan berpengaruh
terhadap harga jual dan nilai ekonomi ternak kerbau.
Tidak Tersedia Deskripsi
IDENTIFIKASI SIFAT KUANTITATIF KERBAU SIMEULUE DI KECAMTAN SALANG KABUPATEN SIMEULUE (NUSRUL HALIMAN, 2019)
EVALUASI KARAKTERISTIK SIFAT KUANTITATIF DAN KUALITATIF PADA KERBAU RAWA DI KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN, KABUPATEN ACEH BARAT (Fazlin Adilla Hayza, 2024)
KARAKTERISTIK REPRODUKSI KERBAU GAYO BETINA DI KECAMATAN LINGE KABUPATEN ACEH TENGAH (AL KAUTSAR, 2017)
DETEKSI DAN KAJIAN PATOMORFOLOGI KASUS LAPANG NEWCASTLE DISEASE PADA KADAVER BURUNG KUNTUL KERBAU (BUBULCUS IBIS) (GEMA RIVANI, 2026)
KARAKTERISTIK KERBAU SIMEULUE PADA HABITAT YANG BERBEDA (GUNUNG DAN PANTAI) DI KECAMATAN SIMEULUE TENGAH KABUPATEN SIMEULUE (SARFIN ABIDIN, 2018)