ANALISIS PENGARUH FAKTOR KUALITAS AIR TERHADAP RESIKO PENYAKIT WHITE SPOT SYNDROME VIRUS (WSSV) PADA UDANG VANNAMEI (LITOPENAEUS VANNAMEI) DI KECAMATAN PEUDADA KABUPATEN BIREUEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS PENGARUH FAKTOR KUALITAS AIR TERHADAP RESIKO PENYAKIT WHITE SPOT SYNDROME VIRUS (WSSV) PADA UDANG VANNAMEI (LITOPENAEUS VANNAMEI) DI KECAMATAN PEUDADA KABUPATEN BIREUEN


Pengarang

ZULPIKAR - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1209200120004

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Kesehatan Masyarakat Veterineer (Pascasarjana)., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Indonesia memiliki potensi perairan budidaya yang cukup besar. Potensi ini meliputi budidaya ikan di perairan tawar, payau dan laut. Selain itu, kebutuhan konsumsi ikan global pun akan terus meningkat dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan makin sadarnya konsumen untuk mengkonsumsi ikan. Salah satu jenis budidaya perikanan yang dikembangkan di Indonesia adalah udang vannamei. Usaha budidaya udang banyak dilakukan di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen. Namun demikian, ancaman WSSV pada udang vannamei menjadi kendala tersendiri bagi para petani tambak khususnya udang. Sampai saat ini sangat minim data yang tersedia terkait penyakit WSSV pada udang vannamei, khususnya di Aceh. Suatu penelitian dilakukan di Kecamatan Peudada di wilayah Kabupaten Bireuen dipilih karena kecamatan ini merupakan awal masuknya udang vannamei dari luar Provinsi Aceh. Diperkirakan tingkat kejadian penyakit akan lebih tinggi bila dilakukan studi di kecamatan yang terdapat dalam Kabupaten tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi serta kualitas air yang mempengaruhi serangan WSSV pada udang vannamei di tambak dalam kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen. Metode yang digunakan adalah studi observasi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pembudidaya udang vannamei, sementara sampelnya adalah tambak udang yang dipilih dengan menggunakan probability proposional to size sampling (PPS). Pengisian kuisioner dilakukan kepada responden menggunakan teknik wawancara. Diagnosa penyakit WSSV pada udang vannamei dilakukan dengan melihat gejala klinis, dan dilanjutkan secara histologis. Data dianalisa secara menggunakan regresi logistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi penyakit WSSVdi kecamatan Peudada 6%, kemudian diketahui juga bahwa salinitas dan sumber air berpengaruh terhadap infeksi penyakit WSSV (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK