<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19280">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN KINERJA BERAHI KAMBING KACANG DAN KAMBING PERANAKAN ETTAWA (PE) YANG MENGALAMI INDUKSI BERAHI DENGAN PGF2 ALFA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Rizki Hardyana Siregar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan kinerja berahi kambing kacang dan kambing peranakan ettawa (PE) yang mengalami induksi berahi dengan prostaglandin F2 alfa (PGF2?). Dalam penelitian ini digunakan adalah 15 ekor kambing betina yang dibagi atas dua kelompok. Kriteria kambing yang digunakan adalah kondisi tubuh sehat secara klinis, sudah pernah beranak, umur 1,5-3,0 tahun, dan memperlihatkan siklus reguler minimal 2 siklus. Pada Kelompok I (KI) terdiri atas 10 ekor kambing kacang dan Kelompok II (KII) terdiri atas 5 ekor kambing PE. Seluruh kambing disinkronisasi berahi dengan PGF2? (Capriglandin) sebanyak 1ml secara intramuskulus. Deteksi estrus dilakukan 3 kali sehari pada jam 08.00, 12.00, dan 16.00. Penilaian intensitas berahi dilakukan dengan metode skoring. Data intensitas, onset dan durasi dianalisis menggunakan Uji MannWhitney. Intensitas; onset; dan durasi berahi pada KI vs KII masing-masing adalah 2,47±0,21 vs 2,25±0,00; 32,00±9,04 vs 50,40±17,34 jam; dan 48,00±9,61 vs 38,80±12,13 jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kinerja berahi  pada kambing kacang dan kambing PE yang mengalami induksi berahi dengan PGF2? berbeda nyata (P</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>19280</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-02-04 10:39:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-02-04 10:51:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>