Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KONSENTRASI PROGESTERON SAPI ACEH YANG MENGALAMI INDUKSI BERAHI DENGAN METODE PRESYNCH
Pengarang
Cut Erika Ramadhana - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1202101010068
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh sinkronisasi berahi menggunakan metode presynch terhadap peningkatan konsentrasi hormon progesteron sapi aceh. Dalam penelitian ini digunakan 10 ekor sapi aceh betina dengan status tidak bunting, minimal 2 bulan pasca partus, sudah pernah beranak, dan sehat secara klinis. Sapi dibagi atas dua kelompok, kelompok K1 dan K2 yang masing-masing terdiri dari 5 ekor sapi untuk tiap kelompok. Kelompok pertama disinkronisasi berahi dengan metode presynch yang dimulai dengan penyuntikan 5 ml PGF2? pertama secara intramuskular. Setelah 14 hari kemudian dilanjutkan dengan penyuntikan PGF2? yang kedua, lalu dilanjutkan dengan inisiasi protokol ovsynch 11 hari kemudian. Protokol ovsynch dimulai dengan penyuntikan 1 ml GnRH dan dilanjutkan dengan penyuntikan 5 ml PGF2? setelah 7 hari, kemudian diikuti dengan penyuntikan 1 ml GnRH setelah 48 jam. Lalu 12-24 jam kemudian seluruh sapi diinseminasi dengan semen beku. Pada kelompok kedua disinkronisasi berahi menggunakan 5 ml PGF2? secara intramuskular dengan pola penyuntikan ganda dengan interval 12 hari. Setelah 48 jam seluruh sapi pada kelompok kedua diinseminasi. Pada akhir perlakuan darah dikoleksi pada hari ke-7 pasca inseminasi untuk pemeriksaan progesteron menggunakan teknik enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi progesteron pada kedua kelompok perlakuan berturut-turut adalah 23,85±15,14 dan 12,69±5,64 ng/ml. Pada kelompok pertama yang disinkronisasi estrus dengan metode presynch terlihat ada kecenderungan peningkatan konsentrasi hormon progesteron dibandingkan kelompok kedua yang diinduksi dengan PGF2?. Namun demikian secara statistik konsentrasi hormon progesteron pada kedua kelompok tersebut tidak berbeda (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode presynch belum mampu meningkatkan konsentrasi progesteron sapi aceh secara optimal.
Tidak Tersedia Deskripsi
KONSENTRASI PROGESTERON SAPI ACEH YANG MENGALAMI INDUKSI BERAHI DENGAN METODE PRESYNCH (Cut Erika Ramadhana, 2016)
PROFIL HORMON PROGESTERON SAPI ACEH SELAMA SATU SIKLUS ESTRUS (nurhafny, 2014)
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS ESTRUS DENGAN ANGKA KONSEPSI PADA SAPI YANG MENGALAMI INDUKSI ESTRUS DENGAN PROGESTERON DAN PROSTAGLANDIN (Teguh Darianto, 2014)
KONSENTRASI HORMON PROGESTERON SELAMA PERIODE SIKLUS BERAHI PADA KAMBING NUBIAN (Dayanara Reta Chiara, 2018)
PERBANDINGAN KONSENTRASI PROGESTERON SELAMA SIKLUS BERAHI PADA DOMBA WARINGIN YANG DIINDUKSI PGF2? ATAU KOMBINASI PGF2? DAN GNRH (Yezi Gita Rahayu, 2017)