GAMBARAN BENTUK DAN POLA SIDIK BIBIR SUKU CAMPURAN ANTARA GAYO, ACEH, DAN MELAYU PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

GAMBARAN BENTUK DAN POLA SIDIK BIBIR SUKU CAMPURAN ANTARA GAYO, ACEH, DAN MELAYU PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA


Pengarang

ROSA OKTAVIANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1207101070048

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK



Nama : Rosa Oktaviani
Program Studi : Pendidikan Dokter Gigi
Judul : Gambaran Bentuk dan Pola Sidik Bibir Suku Campuran Antara Gayo, Aceh, dan Melayu pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala

Sidik bibir merupakan suatu pola berupa celah atau fisur yang terdapat pada permukaan bibir. Kulit bibir luar merupakan area yang diperiksa pada masing-masing individu. Sidik bibir digunakan untuk identifikasi individu karena memiliki sifat unik dan stabil walaupun adanya trauma, inflamasi, bertambahnya usia serta pola yang berbeda pada tiap individu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran bentuk dan pola sidik bibir suku campuran antara Gayo, Aceh, dan Melayu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara quota sampling yang melibatkan 54 subjek antara lain: 7 orang suku Gayo campuran, 35 orang suku Aceh campuran, dan 12 orang suku Melayu campuran pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode lipstik berdasarkan klasifikasi Suzuki dan Tsuchihashi. Hasil analisis dengan menggunakan metode deskriptif menunjukkan bahwa Suku Gayo campuran memiliki sidik bibir tipe I’ yang dominan pada kuadran 2, Suku Aceh campuran memiliki tipe II yang dominan pada kuadran 3, dan Suku Melayu campuran memiliki tipe II yang dominan pada kuadran 4. Kesimpulan penelitian ini adalah Suku Gayo campuran memiliki sidik bibir tipe I’, serta Suku Aceh dan Suku Melayu campuran memiliki sidik bibir tipe II. Sidik bibir tiap individu juga spesifik serta terdapat perbedaan lebar dan tinggi bibir pada ketiga suku campuran tersebut.

Kata kunci: Sidik Bibir,Bentuk dan Pola, Gayo Campuran, Aceh Campuran, Melayu Campuran, Klasifikasi Suzuki dan Tsuchihashi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK