<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19247">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TANTI JERNITA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Glass  Ionomer  Cement (GIC) merupakan  salah  satu  jenis  restorasi  yang sering digunakan karena  memiliki  estetik  yang baik  dan  memiliki  sifat antikariogenik. Namun  GIC memiliki tegangan  permukaan  antar  komponen yang tinggi dan permukaan yang mudah erosi akibat paparan asam sehingga ditambahkan kitosan 10 v/v% untuk  mengurangi  sifat  tersebut. Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk mengetahui pengaruh perendaman Kopi Arabika  Gayo  terhadap  mikrostruktur permukaan  serta  gambaran  mikrosruktur  permukaan  GIC  konvensional  dan dengan  penambahan  kitosan  10v/v% setelah  perendaman  dalam  kopi  Arabika Gayo.  Spesimen  berbentuk  silinder  dengan  diameter  10  mm  dan  tebal 2  mm. Spesimen  berjumlah 6 buah  yang  terdiri  dari  2  kelompok  perlakuan. Kelompok pertama  menggunakan  GIC  konvensional  sedangkan  kelompok  kedua menggunakan  GIC  dengan  penambahan  kitosan  10  v/v%. Spesimen direndam dalam  kopi  secara  bergantian  setiap  24  jam  dengan  akuades  selama 8 hari kemudian  diamati  dengan Scanning  Electron  Microscope (SEM).  Hasil  analisa kualitatif  terhadap  hasil  gambar  menunjukan  perbedaan  yang cukup jelas antara sebelum  dan  sesudah  perendaman  dan  antara  GIC  konvesional  dengan penambahan kitosan 10 v/v%. Dapat disimpulkan bahwa kopi Arabika Gayo dapat mempengaruhi  mikrostruktur  permukaan pada  dua  kelompok  dan  penambahan kitosan dapat memperbaiki mikrostruktur permukaan GIC.&#13;
Kata Kunci : Glass  Ionomer  Cement (GIC)  Konvensional,  GIC dengan Penambahan Kitosan,  Kopi  Arabika  gayo,  Mikrostruktur Permukaan</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>19247</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-02-02 15:18:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-02-02 15:55:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>