HUBUNGAN SERUMEN OBSTURAN DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI ULEE KARENG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN SERUMEN OBSTURAN DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI ULEE KARENG


Pengarang

Puteri Moetia Charisma - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1207101010175

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Serumen obsturan adalah serumen yang tidak berhasil dikeluarkan dari
liang telinga yang dapat menyebabkan sumbatan pada canalis acusticus externus.
Serumen obsturan berkumpul membentuk massa yang menyebabkan gangguan
pada hantaran suara sehingga terjadinya gangguan pendengaran. Gangguan
pendengaran yang terjadi karena serumen obsturan adalah gangguan pendengaran
tipe konduktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian serumen
obsturan dan gangguan pendengaran pada pelajar MIN Ulee Kareng serta
mengetahui hubungan serumen obsturan dengan gangguan pendengaran.
Penelitian ini merupakan penelitian analytic observasional dengan desain cross
sectional study yang dilaksanakan pada bulan Oktober – Desember 2015 di MIN
Ulee Kareng Banda Aceh. Diagnosis serumen obsturan dilihat dengan
menggunakan otoskop dan lampu kepala, sedangkan gangguan pendengaran
ditentukan dengan menggunakan audiometri nada murni. Selama penelitian
berlangsung, dikumpulkan sebanyak 51 pelajar yang menjadi subjek penelitian.
Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 51 pelajar yang diperiksa, 30 (58,8%)
pelajar yang mengalami serumen obsturan dan 14 (27,5%) pelajar mengalami tuli
konduktif. Dari 14 pelajar yang mengalami tuli konduktif, 13 (91,9%) pelajar
dengan tuli konduktif derajat ringan, dan 1 (7,1%) pelajar dengan tuli konduktif
derajat sedang. Hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan
antara serumen obsturan telinga kanan dan kiri dengan gangguan pendengaran
telinga kanan dan kiri (p=0,027). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat
hubungan serumen obsturan dengan gangguan pendengaran pada pelajar MIN
Ulee Kareng Banda Aceh Tahun 2015.
Kata kunci: Serumen obsturan, gangguan pendengaran, tuli konduktif.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK