Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS PERKEMBANGAN DESAIN PENGANAN TRADISIONAL ACEH BESAR PADA UPACARA KENDURI PERKAWINAN
Pengarang
rizda putri ananda - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1106104010053
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kata Kunci: analisis perkembangan, penganan tradisional, Aceh Besar, kenduri perkawinan, desain
Penelitian yang berjudul “Analisis Perkembangan Desain Penganan Tradisional Aceh Besar Pada Upacara Kenduri Perkawinan” mengangkat masalah tentang bagaimana perkembangan desain penganan tradisional Aceh Besar yang disediakan dalam upacara kenduri perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui jenis penganan tradisional pada upacara kenduri perkawinan, 2) mengetahui faktor penyebab yang mempengaruhi terjadinya perkembangan desain penganan tradisional pada upacara kenduri perkawinan, dan 3) menganalisis perkembangan desain (titik, garis, ukuran, warna, tekstur, ornament, dan motif) penganan tradisional pada upacara perkawinan di Aceh Besar. Metodologi penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu pengrajin penganan tradisional Aceh Besar berjumlah 3 orang, petua adat berjumlah 3 orang, dan dari Majelis Adat Aceh 1 orang. Objek penelitian ini yaitu penganan tradisional yang disediakan dalam upacara kenduri perkawinan di Aceh Besar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data menggunakan teknik analisis deskriptif dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis penganan tradisional yang disediakan dalam upacara perkawinan pada tahapan balah talam (balasan tunangan) yaitu Wajéb dan Bhoi, serta pada tahapan tueng dara baro penganan tradisional yang disediakan yaitu Meusekat, Dôdôi, Wajép, Bhoi, Keukarah, dan Bungong Kayèe. Perkembangan desain yang terjadi dalam penganan tradisional Aceh Besar dipengaruhi karena faktor eksternal yaitu pengaruh lingkungan disekitar tempat tinggal masyarakat dan permintaan konsumen. Disamping itu perkembangan desain yang terjadi yaitu dalam proses pembuatan, bahan utama yang digunakan, dan penambahan ornament didalam desain penganan tersebut.
Tidak Tersedia Deskripsi
BUNGONG JAROE PADA UPACARA ADAT TUENG DARA BARÔ DI MASYARAKAT NAGAN RAYA PROVINSI ACEH (MONA RAUSAH, 2021)
DINAMIKA SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PEMBUAT PENGANAN TRADISIONAL DI DESA MEUNASAH KARIENG LAMLHOM KABUPATEN ACEH BESAR (1990-2014) (Cut Ida Astuti, 2016)
MAKNA SIMBOLIK PADA BUSANA PENGANTIN TRADISIONAL PRIA DAN WANITA DALAM UPACARA ADAT PERKAWINAN DI DESA SUBULUSSALAM KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM (Dede Anggi Riana, 2014)
TARI DAMPENG PADA UPACARA ADAT PERKAWINAN DI SINGKIL UTARA (Ana Yunita, 2024)
HAL GAIB DALAM MASYARAKAT KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH 1981-2006 (Asniyah, 2020)