<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19217">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERKEMBANGAN DESAIN PENGANAN TRADISIONAL ACEH BESAR PADA UPACARA KENDURI PERKAWINAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>rizda putri ananda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kata Kunci: analisis perkembangan, penganan tradisional, Aceh Besar, kenduri perkawinan, desain&#13;
Penelitian yang berjudul “Analisis Perkembangan Desain Penganan Tradisional Aceh Besar Pada Upacara Kenduri Perkawinan” mengangkat masalah tentang bagaimana perkembangan desain penganan tradisional Aceh Besar yang disediakan dalam upacara kenduri perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui jenis penganan tradisional pada upacara kenduri perkawinan, 2) mengetahui faktor penyebab yang mempengaruhi terjadinya perkembangan desain penganan tradisional pada upacara kenduri perkawinan, dan 3) menganalisis perkembangan desain (titik, garis, ukuran, warna, tekstur, ornament, dan motif) penganan tradisional pada upacara perkawinan di Aceh Besar. Metodologi penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu pengrajin penganan tradisional Aceh Besar berjumlah 3 orang, petua adat berjumlah 3 orang, dan dari Majelis Adat Aceh 1 orang. Objek penelitian ini yaitu penganan tradisional yang disediakan dalam upacara kenduri perkawinan di Aceh Besar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data menggunakan teknik analisis deskriptif dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis penganan tradisional yang disediakan dalam upacara perkawinan pada tahapan balah talam (balasan tunangan) yaitu Wajéb dan Bhoi, serta pada tahapan tueng dara baro penganan tradisional yang disediakan yaitu Meusekat, Dôdôi, Wajép, Bhoi, Keukarah, dan Bungong Kayèe. Perkembangan desain yang terjadi dalam penganan tradisional Aceh Besar dipengaruhi karena faktor eksternal yaitu pengaruh lingkungan disekitar tempat tinggal masyarakat dan permintaan konsumen. Disamping itu perkembangan desain yang terjadi yaitu dalam proses pembuatan, bahan utama yang digunakan, dan penambahan ornament didalam desain penganan tersebut.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>19217</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-02-01 11:25:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-11-23 14:33:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>