PENERAPAN METODE DISKUSI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENERAPAN METODE DISKUSI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 BANDA ACEH


Pengarang

dewi astuti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1106101040001

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Geografi (S1) / PDDIKTI : 87202

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kata Kunci : Metode Diskusi, Media Komik, Hasil Belajar, IPS Terpadu
Diskusi adalah metode pembelajaran agar siswa dapat berbagi pengetahuan, pandangan, dan keterampilannya dengan tujuan memecahkan masalah. Komik adalah sebuah cerita yang disajikan dalam bentuk gambar dilengkapi dengan balon bicara dengan tujuan untuk menghibur pembacanya. Hasil belajar dapat diperoleh setelah siswa mengikuti kegiatan proses pembelajaran. IPS merupakan gabungan dari cabang ilmu seperti: Geografi, Ekonomi, Sejarah, Politik, Sosiologi, Hukum dan Budaya. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru, dan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-7 SMP Negeri 8 Banda Aceh yang terdiri dari 21 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes (pre-test dan post-test) untuk hasil belajar siswa, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian diperoleh persentase ketuntasan secara individual meningkat, pada siklus I terdapat 14 siswa yang tuntas secara individual dan tujuh siswa yang tidak tuntas, pada siklus II terdapat 20 siswa yang tuntas secara individual dan satu siswa yang tidak tuntas. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 60% pada siklus I menjadi 90% pada siklus II. Aktifitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai pada siklus II, terlihat dari pelaksaanaan pembelajaran telah sesuai. Keterampilan guru meningkat dari kategori sedang (2,8) menjadi baik (3,4). Respon siswa terhadap penerapan metode diskusi menggunakan media komik dapat dikatakan sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari pendapat siswa bahwa metode diskusi menggunakan media komik dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK