<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1911">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Intan Wirnanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Terbatasnya material batu pecah dari sungai dimasa yang akan datang, maka perlu suatu alternatif penggunaan material batu pecah dari gunung, walau diketahui batu dari sungai mempunyai kekuatan yang lebih baik dibandingkan dengan batu dari gunung. Salah satu cara untuk dapat meningkatkan kualitas perkerasan lapisan beton aspal yang dihasilkan dari campuran aspal dan batu gunung dapat ditambah dengan bahan aditif seperti karet ban bekas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rubberized Asphalt dalam campuran laston AC-BC dengan aspal Pen 60/70 dan material batu basalt terhadap peningkatan stabilitas dan durabilitas campuran beton aspal, dan besarnya persentase penambahan zat aditif yang optimal. Prosedur pengujian dimulai dengan pemeriksaan sifat-sifat fisis agregat dan sifat-sifat fisis Aspal Pen 60/70, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan campuran benda uji. Pembuatan benda uji dengan variasi kadar aspal 4,5%; 5%; 5,5%; 6% dan 6,5% untuk menentukan Kadar Aspal Optimum (KAO). Selanjutnya dilakukan pengujian dan perhitungan parameter Marshall serta evaluasi parameter Marshall sehingga didapat KAO 5,27%. Berdasarkan KAO direncanakan benda uji dengan variasi kadar karet ban bekas 1%; 2%; 3%; 4%; dan 5%. Hasil kadar aditif optimum yang diperoleh setelah pengujian Marshall adalah 4%. Hasil penelitian menunjukkan nilai stabilitas pada kadar karet ban bekas 4% adalah 2512,04 kg dengan nilai durabilitas 89,64%. Kenaikan nilai stabilitas dan durabilitas disebabkan oleh kemampuan karet ban bekas bercampur dengan aspal Pen 60/70 sehingga membuat campuran menjadi lebih baik dalam menahan beban.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>ASPHALT CONCRETE-ROAD ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>625.85</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1911</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2013-10-21 10:51:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-08-28 13:54:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>