PERBEDAAN INTENSITAS NYERI DISMENORE PRIMER ANTARA WANITA PRIMIPARA DENGAN MULTIPARA SEBELUM DAN SESUDAH MELAHIRKAN DI GAMPONG LIMPOK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERBEDAAN INTENSITAS NYERI DISMENORE PRIMER ANTARA WANITA PRIMIPARA DENGAN MULTIPARA SEBELUM DAN SESUDAH MELAHIRKAN DI GAMPONG LIMPOK


Pengarang

Nazly Anggraini - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1207101010083

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Setiap wanita normal yang telah memasuki masa pubertas pasti akan mengalami menstruasi. Menstruasi yang dialami oleh wanita, seringkali disertai dengan dismenore primer. Dismenore primer biasanya dimulai beberapa hari sebelum terjadinya menstruasi dan berakhir pada beberapa jam sampai beberapa hari awal menstruasi. Apabila dismenore ini dibiarkan akan mengakibatkan terganggunya kegiatan sehari-hari pada wanita tersebut. Dalam kenyataannya absen paling banyak terjadi pada remaja putri yang sedang mengalami dismenore. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan dan perbandingan intensitas nyeri padawanita primipara dan multipara sebelum dan sesudah melahirkan. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan di Gampong Limpok. Sampel keseluruhan 70 responden. Data dikumpulkan dengan mewawancarai wanita primipara dan multipara dengan menggunakan VAS ( Visual Analogue Scale) untuk menilai intensitas nyeri dismenore. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intensitas nyeri dismenore berat saat belum melahirkan (32,9%) dan pada saat telah melahirkan (5,7%). Intensitas nyeri sedang saat belum melahirkan (18,6%) dan pada saat telah melahirkan (5,7%). Intensitas nyeri saat belum melahirkan (37,1%) dan pada saat telah melahirkan (44,3%). Intensitas nyeri dismenore yang tidak nyeri pada saat belum melahirkan (11,4%) dan pada saat telah melahirkan (44,3%). Berdasarkan hasil analisa data dengan uji Wilcoxon, signifikasi (?=0,05) pada CI 95%, nilai p-value =0,000. Hal ini menunjukkan bahwa intensitas nyeri dismenore responden sebelum melahirkan lebih tinggi dibandingkan dengan pada saat responden telah melahirkan di Gampong Limpok.

Kata Kunci: Dismenore, Sebelum Melahirkan, Setelah Melahirkan, Intensitas Nyeri

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK