PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH DELIMA MERAH (PUNICA GRANATUM L.) TERHADAP ATROPI TUBULUS SEMINIFERUS TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN STRAIN WISTAR DIABETES MELITUS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH DELIMA MERAH (PUNICA GRANATUM L.) TERHADAP ATROPI TUBULUS SEMINIFERUS TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN STRAIN WISTAR DIABETES MELITUS


Pengarang

Fatimah Auliana E - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1207101010039

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Diabetes melitus merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi infertilitas seseorang melalui jalur sintesis radikal bebas. Kondisi hiperglikemi pada pasien diabetes dapat memicu terjadinya stres oksidatif, sehingga menyebabkan atropi tubulus seminiferus. Tujuan dari penenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit buah delima merah terhadap atropi tubulus seminiferus tikus putih jantan diabetes melitus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental menggunakan rancangan the post test olny control group design. Subjek penelitian adalah tikus putih (Rattus norvegicus) strain Wistar jantan sebanyak 30 ekor yang diberi perlakuan selama 30 hari dan kemudian dikorbankan untuk diambil organ testis guna pembuatan preparat histopatologi. Pada pemeriksaan histopatologi, akan dilakukan penilaian atropi tubulus seminiferus yang meliputi diameter dan tebal dinding dan kemudian dibandingkan antar perlakuan. Hasil perhitungan akan dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji berganda Duncan untuk melihat signifikansi perbandingan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya atropi tubulus seminiferus pada perlakuan yang diinduksi aloksan (KP) dan terjadi hambatan atropi tubulus seminiferus (p

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK