UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUNGA CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM) TERHADAP PERTUMBUHAN METISILIN-RESISTEN STAPHYLOCOCCUS AUREUS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUNGA CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM) TERHADAP PERTUMBUHAN METISILIN-RESISTEN STAPHYLOCOCCUS AUREUS


Pengarang

Nurul Raihana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1207101010018

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan Staphylococcus aureus dengan gen yang membuat bakteri ini resisten terhadap semua strain antibiotik beta-laktam, sehingga merupakan masalah serius pengobatannya. Oleh karena tingginya angka resistensi bakteri terhadap antibiotik maka diperlukan alternatif pengobatan lain, salah satunya adalah dengan menggunakan bahan alam. Salah satu bahan alam yang dipercaya memiliki efek antibakteri adalah cengkeh (Syzygium aromatikum). Penelitain ini bertujuan untuk membuktikan aktivitas antibakteri ekstrak etanol bunga cengkeh (Syzygium aromatikum) terhadap MRSA dan pengaruh konsentrasinya. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 kali pengulangan, yang terdiri dari 6 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan terdiri kelompok kontrol positif (Vancomisin 30µg), kelompok kontrol negatif (akuades) dan kelompok ekstrak etanol bunga cengkeh (Syzygium aromatikum) dengan konsentrasi 10%, 30%, 50% dan 70%. Uji daya hambat antibakteri ini dilakukan dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol bunga cengkeh dengan konsentrasi 10%, 30%, 50% dan 70% masing- masing memiliki daya hambat terhadap MRSA dengan diameter zona hambat rata-rata 10,01 mm, 12,12 mm, 14,13 mm, dan 16,5 mm. Selanjutnya data dianalisis statistik dengan ANOVA dan uji Duncan pada CI 95% menunjukkan adanya perbedaan nyata antara kelompok perlakuan (p < 0,05). Pada penelitian ini didapatkan bahwa ekstrak etanol bunga cengkeh dapat menghambat pertumbuhan MRSA dan peningkatan konsentrasi ekstrak diikuti dengan peningkatan diameter zona hambat.

Kata Kunci: Syzygium aromaticum, Antibakteri, Methicillin-resistant Staphylococcus aureus

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK