HUBUNGAN KONTROL GLIKEMIK DENGAN RISIKO KEJADIAN OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA (OSA) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUDZA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN KONTROL GLIKEMIK DENGAN RISIKO KEJADIAN OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA (OSA) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUDZA BANDA ACEH


Pengarang

Annisa Suherman - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1207101010146

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Diabetes melitus merupakan golongan noncommunicable disease yang menyebabkan kematian 38 juta jiwa setiap tahunnya di dunia. Obsructive sleep apnea (OSA) diketahui memiliki hubungan terhadap perburukan metabolisme glukosa pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kontrol glikemik dengan risiko kejadian OSA pada pasien DMT2. Penelitian ini menggunakan studi observasional analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan pada 94 pasien DMT2 dari 23 November hingga 31 Desember 2015 di RSUDZA Banda Aceh. Kontrol glikemik diperoleh dari hasil laboratorium dan risiko OSA diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner Berlin. Total pasien DMT2 pada penelitian ini adalah 94, dimana 48.9% pasien memiliki risiko OSA rendah dan 51.1% risiko OSA tinggi. Pasien DMT2 dengan kontrol glikemik buruk berisiko 20.56 kali lebih tinggi untuk menderita OSA dibandingkan dengan kontrol glikemik baik. Berdasarkan hasil analisis uji chi square didapatkan hubungan yang signifikan antara kontrol glikemik dengan risiko kejadian OSA pada pasien DMT2 (p = 0,001).

Kata Kunci : Diabetes melitus tipe 2 (DMT2), kontrol glikemik, risiko Obstructive sleep apnea (OSA).



Diabetes mellitus is noncommunicable disease which kills thirty-eight million people each year. Obstructive sleep apnea (OSA) has been associated with impaired glucose metabolism in type 2 diabetes mellitus (T2DM) patients. The purpose of the following study was to determine the relationship between glycemic control and OSA risk in T2DM patients. This study was an observational analytic with cross sectional design from 23th November to 31th December in Zainoel Abidin General Hospital Banda Aceh. Glycemic control was abstracted from patients’ laboratory record and risk of OSA from interview using Berlin questionnare. A total of 94 T2DM patiens, 48.9% patients had low-risk OSA and 51.1% patients had high-risk OSA. Diabetic patients with poor glycemic control had 20.56 times higher risk for OSA than patients with good glycemic control. Based on chi square analysis, this study showed a significant relationship between glycemic control and OSA in T2DM patients (p=0.001).

Keywords : Glycemic control, Obstructive sleep apnea (OSA), Type 2 diabetes mellitus (T2DM).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK