HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN GEJALA DEPRESI PADA LANSIA DI UPTD RUMOH SEUJAHTRA GEUNASEH SAYANG ULEE KARENG BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN GEJALA DEPRESI PADA LANSIA DI UPTD RUMOH SEUJAHTRA GEUNASEH SAYANG ULEE KARENG BANDA ACEH


Pengarang

MAULIZAHAYANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1207101010008

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Aktivitas fisik yang teratur dapat mencegah gejala depresi di masa depan pada orang dewasa tua, dan gejala depresi juga dapat mencegah orang dewasa tua dalam melakukan aktivitas fisik secara teratur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan gejala depresi pada lansia. Populasi penelitian ini adalah seluruh lansia yang tinggal di UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang Ulee Kareng, Banda Aceh dengan perolehan besar sampel adalah 32 responden yang diambil secara total sampling. Penelitian dilaksanakan pada 16 sampai 26 Oktober 2015 melalui metode studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian, kelompok umur terbanyak adalah kelompok 60-74 tahun (75%). Sebanyak 25% lansia memiliki aktivitas fisik ringan, dan sebanyak 75% lansia memiliki aktivitas fisik sedang, sedangkan sebanyak 15,6% lansia mengalami depresi sedang/berat, 31,3% mengalami depresi ringan dan 53,1% lansia tidak mengalami depresi. Depresi terjadi pada 46,8% lansia. Berdasarkan hasil analisis Kolmogorov-Smirnov didapatkan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan gejala depresi pada lansia (p value 0,028 (? = 0,05 ); IK 95%). Hasil analisis bivariat didapatkan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan gejala depresi pada lansia. Perlu adanya aktivitas fisik yang optimal pada lansia, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya depresi.

Kata kunci: Aktivitas fisik, gejala depresi, lanjut usia.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK