HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN OBAT ANTIINFLMASI NONSTEROID DENGAN GEJALA KLINIS DISPEPSIA PADA PENDERITA OSTEOARTRITIS BERDASARKAN GASTROINTESTINAL SYMPTOMS SCORE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN OBAT ANTIINFLMASI NONSTEROID DENGAN GEJALA KLINIS DISPEPSIA PADA PENDERITA OSTEOARTRITIS BERDASARKAN GASTROINTESTINAL SYMPTOMS SCORE


Pengarang

Dwi Lestari - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1207101010009

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Osteoartritis (OA) merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan kerusakan pada tulang rawan sendi dan tulang disekitarnya. Kerusakan tersebut menimbulkan rasa nyeri dan kekakuan sendi yang berakibat pada penurunan mobilitas dan terganggunya aktivitas sehari- hari. Penderita OA menggunakan Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS) untuk mengurangi gejala klinis tersebut, dan umumnya digunakan dalam jangka waktu yang lama sehingga sering menimbulkan efek samping terutama pada lambung yang mengakibatkan terjadinya dispepsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan OAINS dengan beratnya gejala klinis dispepsia pada penderita osteoartritis berdasarkan Gastrointestinal Symptoms Score (GIS) di RSUDZA Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional dilakukan pada 63 pasien OA. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney. Penelitian dilakukan pada 20 responden laki-laki dan 43 responden perempuan dengan kelompok umur terbanyak adalah 50-60 tahun (50,8%), pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga (34,9%), derajat OA lutut yang dominan adalah derajat III (65,1%), dan komorbid responden yang terbanyak adalah hipertensi (49,2%). Penggunaan OAINS dan obat gastroprotektif yang sering digunakan adalah meloksikam (47,6%) dan ranitidin (58,7%). Analisis data didapatkan sebesar 22,2% responden mengalami gejala klinis dispepsia derajat ringan, sebesar 33,3% derajat sedang, sebesar 39,7% derajat berat, dan hanya 4,8% responden mengalami dispepsia derajat sangat berat, sehingga dapatkan disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara lama penggunaan OAINS dengan beratnya gejala klinis dispepsia penderita OA berdasarkan Gastrointesinal Symptoms Score (p value = 0,000 dengan ? = 0,5).

Kata kunci : Dispepsia, GIS, OA, OAINS

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK