<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18928">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIFITAS FACET JOINT BLOCK TERHADAP INTENSITAS NYERI PUNGGUNG BAWAH (NBP)KRONIK DIBAGIAN SARAF RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DEVI INKHA SAPUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nyeri  punggung  bawah  (NPB) kronik  masih  merupakan  masalah  terbesar yang  dihadapi  oleh  dokter.  Diperkirakan  80%  populasi  penduduk  di  dunia  pernah mengalami  nyeri  punggung  bawah  (NPB)  kronik  dan  11%  penduduk  Indonesia pernah  mengalami  nyeri  punggung  bawah  kronik. Facet  joint  block banyak diasumsikan  sebagai  pilihan  terapi nyeri  punggung  bawah  (NPB)  kronik.  Penelitian ini  bertujuan  untuk  melihat  apakah  facet  joint  block  efektif menurunkan intensitas nyeri  punggung  bawah  (NPB)  kronik dan  perbaikan  fungsional  pasien  NPB. Penelitian  ini menggunakan pretest and posttest control  group design,  dengan responden 45 orang  yang diambil secara acak dari 98 pasien nyeri punggung bawah kronik  yang  menjalani  tindakan facet  block di  bagian/SMF  Neurologi  RSUDZA Banda Aceh selama tahun 2014-2015, kemudian dievaluasi efektifitas tindakan pada minggu  ke  2  dan  bulan ke  3  pasca  tindakan  dengan  menggunakan numerical  rating scale (NRS) dan Oswestry Disability index (ODI). Data dievaluasi dengan uji T dan Chi-Square.  Hasil  penelitian  menunjukkan  rerata  NRS  sebelum  terapi  (7,06±1,07), rerata 2 minggu pasca tindakan (2,95±1,6) denga nilai p=0,000, rerata 3 bulan pasca tindakan  (3,62±2,00)  dengan  nilai  nilai  p=0,000.  Keberhasilan  perbaikan  intensitas nyeri  2  minggu  pasca  tindakan  73,3%  dan  3  bulan  pasca  tindakan  53,3%.  Penilaian terhadap nilai ODI menunjukkan 40,04±8,00 pada sebelum terapi, 10,57±5,43 dengan nilai  p=0,000  setelah  2  minggu  tindakan  dan  10,91±8,00  dengan  nilai  p=0,000  3 bulan  setelah  tindakan.  Keberhasilan  perbaikan  fusional  berdasarkan  ODI  mencapai 97,8%  pada  minggu  ke  2  setelah  tindakan  dan  93,3%  pada  bulan  ke 3  setalah tindakan.  Dengan  demikian, facet  block efektif  dalam  penatalaksanaan nyeri punggung bawah (NPB) kronik berdasarkan peniliaian NRS dan ODI, sehingga facet block dapat menjadi pilihan terapi untuk nyeri punggung bawah (NPB) kronik.&#13;
Kata kunci : Nyeri Punggung Bawah (NPB) kronik, Facet Joint Block, Numerical Rating Scale (NRS), Oswestry Disability Index (ODI)</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>18928</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-22 16:59:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-11-08 10:54:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>