<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18902">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KONTROL ASMA DI POLIKLINIK PARU RSUDZA PERIODE NOVEMBER 2015</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ichsan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Asma adalah sakit sesak nafas akibat adanya penyempitan saluran nafas, penyakit ini tidak dapat disembuhkan melainkan hanya dikontrol kekambuhannya sehingga menimbulkan dampak fisik maupun psikologis pada individu yang mengalaminya. Individu cenderung sulit untuk menerima keadaan diri ketika didiagnosa mengalami suatu penyakit kronis. Dukungan sosial keluarga tentu sangat dibutuhkan untuk menghadapi situasi sulit yang dihadapi oleh individu yang mengalami asma. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kontrol asma. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian non eksperimental (observational) yang bersifat analitik dengan desain cross sectional survey. Pengambilan sampel dilakukan di Poliklinik Paru Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan menggunakan metode non probability sampling yaitu accidental sampling yang dilakukan pada bulan November – Desember 2015. Jumlah responden adalah 69 orang. Seluruh penderita asma diminta untuk mengisi kuesioner yang berisi identitas dan melakukan wawancara terpimpin untuk menilai dukungan keluarga dengan menggunakan kuesioner Family Apgar, sedangkan untuk penilaian tingkat kontrol asma dinilai dengan menggunakan kuesioner Asthma Control Test (ACT). Data diuji dengan uji chi-square dengan signifikan ? = 0,05 atau 95%. Berdasarkan hasil penelitian, dari 69 responden terdapat 28 responden yang mengalami tingkat kontrol asma tidak terkontrol didasari oleh dukungan keluarga yang kurang sehat (23,4%) dan 17 responden mengalami tingkat kontrol asma terkontrol sebagian didasari oleh dukungan keluarga yang sehat (17,0%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat kontrol asma (p. = 0,000</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>18902</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-22 10:11:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-22 10:44:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>