<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18858">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EKSTRAK ETANOL KACANG KEDELAI (GLICYNE MAXX (L.) MERR.) TERHADAP PEMBENTUKAN LEBAR KALUS PADA PROSES PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN STRAIN WISTAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fikri Akbar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fraktur termasuk salah satu masalah kesehatan utama yang sering terjadi dan pengobatanya yang kompleks serta mahal. Salah satu fase penyembuhan fraktur adalah pembentukan kalus. Dan salah satu faktor yang mempengaruhi penyembuhan tulang adalah Estrogen. Kacang kedelai merupakan tanaman yang memiliki kandungan isoflavon yang bersifat fitoestrogen. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak kacang kedelai terhadap penyembuhan fraktur tulang yang diberikan kepada hewan coba tikus wistar yang dinilai dari pembentukan kalusnya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan metode Posttest Only Control Design. Hewan coba yang digunakan sebanyak 24 tikus Wistar Jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok yang semuanya diberikan tindakan fraktur pada femur, yaitu kelompok K (kontrol) tidak diberikan induksi apapun, dan 3 perlakuan yang diberikan ekstrak kacang kedelai dengan 3 dosis (80 ml/kg BB, 100 ml/kg BB, 120 ml/kg BB). Lebar dari kalus yang terbentuk merupakan parameter penelitian ini. Data dianalisis dengan uji statistik Saphiro Wilk dan levene, kemudian dilanjutkan dengan uji Anova dan BNT. Hasil penelitian ini menunjukan ekstrak kacang kedelai memiliki pengaruh terhadap pembentukan kalus dimana sig(0,000) lebih kecil dari P-Value (0,05) dan antara dosis 100 ml/kg BB dengan dosis 120 ml/kg BB memiliki khasiat yang sama baik.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Rattus Norvegicus, Fraktur, Kacang Kedelai, Kalus.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>18858</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-21 08:38:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-21 10:21:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>