HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN PARITAS DENGAN INKONTINENSIA URIN PADA PEREMPUAN LANJUT USIA DI UPTD RUMOH SEUJAHTRA GEUNASEH SAYANG BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN PARITAS DENGAN INKONTINENSIA URIN PADA PEREMPUAN LANJUT USIA DI UPTD RUMOH SEUJAHTRA GEUNASEH SAYANG BANDA ACEH


Pengarang

Rizky Ulfah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1207101010023

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Inkontinensia urin merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai pada lanjut usia yang terjadi sekitar 50% pada perempuan berusia lanjut. Risiko inkontinensia urin meningkat pada perempuan dengan indeks massa tubuh berlebih dan angka paritas yang tinggi. Setiap kenaikan 5 unit IMT berhubungan dengan kenaikan sekitar 20-70% kejadian inkontinensia urin. Angka paritas yang tinggi juga diduga menjadi faktor kausatif terhadap kejadian inkontinensia urin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dan paritas dengan inkontinensia urin pada perempuan lansia. Populasi penelitian ini adalah seluruh perempuan lansia yang tinggal di UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang, Banda Aceh dengan perolehan besarnya sampel adalah 35 orang yang diambil secara total sampling. Penelitian dilaksanakan pada 28 September sampai 10 Oktober 2015 melalui metode studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Dari hasil penelitian, kelompok umur terbanyak adalah kelompok 60-74 tahun (65,7%). Sebanyak 14,3% lansia memiliki berat badan berlebih, 25,7% obesitas I dan 8,6% obesitas morbid. Berdasarkan riwayat persalinan, 22,9% termasuk multipara dan 25,7% grandemultipara. Inkontinensia urin terjadi pada 54,3% lansia. Berdasarkan hasil analisis Mann-Whiney didapatkan hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan inkontinensia urin pada lansia (p value 0,000 (? = 0,05); IK 95%) dan paritas tidak berhubungan dengan inkontinensia urin pada perempuan lansia (p value 0,056). Kesimpulan pada penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dan inkontinensia urin. Namun tidak terdapat hubungan antara paritas dengan inkontinensia urin pada perempuan lansia.

Kata kunci: Inkontinensia urin, indeks massa tubuh, paritas, perempuan lansia.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK