<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18781">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PEMASANGAN FIKSASI PADA FRAKTUR TULANG PANJANG DENGAN TINGKAT STRES PADA PASIEN PASCA BEDAH ORTOPEDI DI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>dara octaviani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stres yang berkepanjangan dapat mengakibatkan kerusakan fisik, seperti keterlambatan penyembuhan tulang pada fraktur tulang. Salah satu penatalaksanaan fraktur tulang bersifat operatif adalah fiksasi internal. Pembedahan dapat menjadi stresor bagi penderita fraktur. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita fraktur tulang panjang yang telah dilakukan tindakan pemasangan fiksasi internal di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh diambil secara accidental sampling sebanyak 32 orang. Data yang diambil adalah data tingkat stres dengan menggunakan kuesioner DASS-42 kategori stres. Pasien terdiri dari laki-laki 24 orang (75%) dan perempuan 8 orang (25%). Berdasarkan lokasi pemasangan fiksasi internal, ekstremitas atas 12 orang (37,5%) dan ekstremitas bawah 20 orang (62,5%). Berdasarkan tingkat stress,tidak mengalami stres 19 orang (59,4%), ringan 7 orang (21,9%), sedang 6 orang (18,8%), berat dan sangat berat 0 orang (0%). Uji Bivariat menggunakan uji Mann-Whitney didapatkan hubungan antara pemasangan fiksasi pada fraktur tulang panjang dengan tingkat stres (p 0,004). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pemasangan fiksasi pada fraktur tulang panjang dengan tingkat stres pada pasien pasca bedah ortopedi di RSUDZA Banda Aceh dan pasien dengan pemasangan fiksasi internal pada ekstremitas bawah memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan pemasangan fiksasi internal pada ekstremitas atas.&#13;
&#13;
Kata kunci: Fiksasi internal, Stres,  Fraktur, Ekstremitas</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>18781</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-15 14:48:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-18 11:28:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>