<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18719">
 <titleInfo>
  <title>KEJADIAN CENTRAL LINE ASSOCIATED BLOODSTREAM INFECTION (CLABSI) DI RSUDZA BANDA ACEH TAHUN 2015</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ramadani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Infeksi nosokomial masih menjadi masalah serius dalam upaya keselamatan pasien selama perawatan di rumah sakit. Salah satu infeksi nosokomial yang sering terjadi adalah Central Line Associated Bloodstream Infection (CLABSI). Pada penelitian sebelumnya menunjukkan angka kejadian CLABSI di RSUDZA pada tahun 2013 sebesar 9,57/1000 hari pemakaian kateter vena central. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian dan jenis bakteri penyebab CLABSI di RSUDZA Banda Aceh tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan survei. Sampel penelitian ini adalah semua pasien pengguna kateter vena sentral di Intensive Care Unit (ICU) RSUDZA. Pasien yang ditemukan tanda-tanda klinis sebagai CLABSI dilakukan pemeriksaan kultur darah untuk mengetahui bakteri penyebabnya. Hasil penelitian ini mendapatkan 80 pasien yang menggunakan kateter vena sentral  dalam periode Maret sampai Agustus 2015 dengan lama masa rawat 606 hari, 4 orang diantaranya didiagnosis CLABSI. Angka kejadian CLABSI di RSUDZA Banda Aceh didapatkan 6,6 per 1000 hari pemakaian kateter vena sentral. Jenis bakteri penyebab CLABSI adalah Acinetobacter baumanii (50%), Pseudomonas aeruginosa (25%) dan Klebsiella pneumonia (25%). Hasil ini menunjukkan bahwa angka kejadian CLABSI di RSUDZA Banda Aceh sudah menurun dibanding yang sebelumnya.&#13;
Kata Kunci: Angka Kejadian, Infeksi Nosokomial, Central Line Associated Bloodstream Infection&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>18719</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-14 04:18:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-14 09:34:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>