PERGESERAN MAKNA NILAI SOSIAL TRADISI TOLAK BALA (STUDI PADA KECAMATAN BLANGPIDIE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERGESERAN MAKNA NILAI SOSIAL TRADISI TOLAK BALA (STUDI PADA KECAMATAN BLANGPIDIE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA)


Pengarang

JULIATI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1010101010075

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tradisi tolak bala merupakan salah satu tradisi yang ada pada masyarakat Aceh.
Tradisi tolak bala pada masyarakat di Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh
Barat Daya dimaksudkan untuk menghindari (menghilangkan) bala atau penyakit
yang datang pada bulan tertentu yaitu di hari Rabu terakhir pada bulan Shafar atau
biasa juga disebut dengan rabu abeh dalam masyarakat Aceh bagian Barat-
Selatan. Tradisi tolak bala ini dilaksanakan atas dasar pandangan bahwa bulan
Shafar adalah bulan panas dan banyak naasnya yang biasa membawa bahaya.
Tradisi ini kerap dilakukan oleh masyarakat Aceh bagian Barat-Selatan khususnya
masyarakat Aceh Barat Daya setiap satu tahun sekali. Namun dewasa ini telah
banyak terjadi perubahan budaya pada masyarakat Aceh yang saat ini telah
banyak melupakan nilai-nilai yang terkandung dalam adat istiadat Aceh. Dahulu
masyarakat Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya melakukan ritual
tolak bala itu dengan berzikir serta menghanyutkan ayam putih di sungai ataupun
di pantai, namun dalam beberapa tahun ini tolak bala dilakukan hanya dengan
sekedar makan-makan dan mandi-mandi di tepi sungai ataupun di tepi pantai.
Tujuan penelitin ini untuk mengetahui bagaimana pergeseran makna nilai sosial
tradisi tolak bala dan apa penyebab pergeseran makna nilai sosial tardisi tolak bala
di Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya. Teori yang digunakan
dalam penelitian ini adalah teori Blumer tentang perspektif interaksionalisme
simbolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu data diperoleh
dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian meunjukkan bahwa
adanya pergeseran makna nilai sosial tradisi tolak bala pada masyarakat di
Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya yang disebabkan oleh
beberapa faktor seperti terjadinya modernisasi pada masyarakat , kurangnya
partisipasi anak muda, dan banyak masuknya para pendatang di Kecamatan
Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya.

Kata kunci : tolak bala , nilai sosial, masyarakat.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK