<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18694">
 <titleInfo>
  <title>STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS PADA EKOSISTEM MANGROVE DI PESISIR PANTAI BARAT ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAJIR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Makrozoobenthos memiliki fungsi sebagai bioindikator kualitas suatu perairan dan sebagai pengurai unsur hara yang terdapat pada substrat ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur stuktur komunitas makrozoobenthos yang hidup pada ekosistem mangrove di kawasan pesisir pantai barat Aceh Besar. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Mei 2015. Metode yang digunakan untuk menentukan stasiun adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan 4 stasiun yang mewakili daerah dengan kriteria berbeda: Stasiun 1 di Pulau Nasi, stasiun 2 di Leupung, stasiun 3 di Gampong Lambadeuk dan stasiun 4 di Gampong Lamteh. Metode transek kuadrat 1m x 1m digunakan untuk analisa makrozoobenthos. Makrozoobenthos yang ditemukan sebanyak 38 jenis yaitu Gastropoda (78,95%), Crustacea (7,89%) dan Bivalvia (13,16%). Kepadatan makrozoobenthos tertinggi pada stasiun 4 (Lamteh) dengan kepadatan 210 ind/m2 dan terendah pada stasiun 2 (Leupung) dengan kepadatan 58 ind/m2. Keanekaragaman makrozoobenthos tertinggi terdapat pada stasiun 1 (Lamteng) yaitu 3,93 dengan kategori tinggi, keseragaman tertinggi pada stasiun 1 (Lamteng) yaitu 0,87 dengan kategori stabil dan dominansi tertinggi pada stasiun 3 (Lambadeuk) yaitu 0,55 dengan kategori sedang. Indeks similaritas tertinggi terdapat pada stasiun 3 dan 4 yaitu 33%.&#13;
Kata kunci: Aceh Besar, Makrozoobenthos, Mangrove,&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>18694</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-13 15:02:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-13 15:26:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>