<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18655">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KELOMPOK DATA PASIEN PENYAKIT MIOPIA MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MODES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Musanna Adnan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>K-modes  merupakan pengembangan dari k-means yang mengklasterisasikan data kategori. Konsep ukuran jarak pada clustering data kategori berbeda dengan clustering data numerik yang menggunakan k-means. Analisa pengelompokan data pasien penyakit miopia Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) bertujuan untuk pengelompokan data pasien miopia menggunakan algoritma k-modes. Adapun tahapan analisa terdiri dari pengumpulan data, penyimpanan data, klasifikasi data dengan k-modes, validasi pengelompokan dan analisa model. Hasil analisa pengelompokan dengan metode k-modes menunjukkan bahwa pembagian 319 data kepada 3 (tiga) kelompok kategori (ringan, sedang dan tinggi) yang memiliki ukuran pembagian masing-masing sebesar 222, 67 dan 30. Dalam metode k-modes, data juga dapat secara bersamaan dibagikan lagi ke dalam 3 (tiga) subkategori (ringan, sedang dan tinggi). Hasil analisa pengelompokan menunjukkan bahwa kelompok 3 memiliki nilai validitas yang terbaik karena mempunyai nilai terkecil dibandingkan dengan dua kelompok lainnya. Ini dapat dilihat berdasarkan hasil nilai simpangan baku ke k yang memiliki nilai 0,0000000, dan simpangan baku dalam kelompok sebesae 0,2993983. Disamping itu, pengelompokan menggunakan k-modes terhadap data sekunder miopia diatas juga memiliki mis-klasifikasi antara hasil R dan manual yang berada pada 48,9%.&#13;
 &#13;
&#13;
Kata Kunci : K-modes&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ALGORITHMS - COMPUTER PROGRAMMING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MYOPIA - OPTOMETRY</topic>
 </subject>
 <classification>005.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>18655</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-13 09:01:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-12 10:51:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>