Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
FUNGSI MAA DALAM MELESTARIKAN BUDAYA PANTUN DI KABUPATEN ACEH TAMIANG (STUDI DI INSTITUSI MAJELIS ADAT ACEH TAMIANG)
Pengarang
MAHDI IBRAHIM - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1110101010049
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Mahdi Ibrahim Fungsi MAA dalam Melestarikan Budaya Pantun di Kabupaten Aceh Tamiang
(Studi di Majelis Adat Aceh Tamiang)
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala
(Masrizal, MA, Saifuddin Bantasyam, SH, MA)
Majelis Adat Aceh merupakan salah satu lembaga keistimewaan Aceh dalam melaksanakan pembangunan bidang adat istiadat. Majelis Adat Aceh yang kemudian disingkat menjadi MAA Kabupaten Aceh Tamiang memiliki salah satu fungsi dalam melestarikan adat budaya di Aceh Tamiang yaitu salah satunya fungsi dalam melestarikan adat pantun pada acara resepsi pernikahan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab bergesernya nilai adat budaya pantun pada masyarakat Aceh Tamiang serta untuk mengetahui dan mengkaji fungsi MAA dalam melestarikan adat pantun di Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis, selain itu informan yang diperoleh berdasarkan dengan metode purposive sampling.
Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan teori Peran yang dikemukakan oleh Soerjono Soekanto. Data yang diperoleh peneliti dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam serta observasi dan dokumentasi, data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa saat ini keberadaan pantun di Aceh Tamiang telah berubah keberadaannya dimana dahulu sering digunakan dan kini sudah jarang ditemui. Selain itu nilai yang terkandung didalamnya juga berubah dimana dahulunya terdapat nilai nasehat serta syiar di dalamnya dan sekarang hanya sebatas untuk hiburan belaka.
Adapun faktor mempengaruhi bergesernya nilai pada pantun tersebut antara lain karena pengaruh modernisasi yang menuntut masyarakat mengikuti perkembangan jaman. Selanjutnya kurangnya sosialisasi dari pihak terkait baik dari pihak MAA maupun pihak terkait lainnya serta minimnya tokoh yang paham akan pantun dan minimnya minat masyarakat terhadap pantun itu sendiri.
Kata kunci: Fungsi, MAA, Pelestarian, Pantun
Tidak Tersedia Deskripsi
TRADISI BERBALAS PANTUN DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT ACEH TAMIANG (“DILEMA KEUTUHAN DAN KEBERLANJUTANNYA”) (Siti Sarah, 2019)
BERBALAS PANTUN DALAM ADAT PERKAWINAN DI DESA MUKA SUNGAI KURUK KECAMATAN SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG (Isra Fahriati, 2014)
KEDUDUKAN DAN FUNGSI MAJELIS ADAT ACEH DALAM PELAKSANAAN OTONOMI KHUSUS ACEH (MAURISKA KHAIRUNNISA, 2020)
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MAJELIS ADAT BANDA ACEH DALAM PELESTARIAN ADAT DAN BUDAYA DI BANDA ACEH TAHUN 2021 (MEIDI JUANDA, 2023)
ANALISIS NILAI SOSIAL DAN BUDAYA DALAM PANTUN ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT DI SAMADUA ACEH SELATAN (ULFA MUTIA, 2023)