ANALISIS FAKTOR KELUARGA YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS FAKTOR KELUARGA YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

NURUL SEPTIANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200180023

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Megister Keperawatan., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ANALISIS FAKTOR KELUARGA YANG BERHUBUNGAN DENGAN
PERILAKU MEROKOK PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH
PERTAMA NEGERI DI KABUPATEN ACEH BESAR
Nurul Septiana
NIM: 1309200180023
Komisi Pembimbing:
Dr. dr. Syahrul, Sp.S (K)
Dr. Hermansyah, SKM., MPH
ABSTRAK
Prevalensi merokok pada remaja (?15 tahun)di Indonesia cenderung meningkat
setiap tahunnya. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya
adalah faktor keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor
keluarga yang berhubungan dengan perilaku merokok pada siswa Sekolah
Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Aceh Besar melalui metode
survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini
berjumlah 367 orang. Pengumpulan data dilakukan pada 7 SMPNegeri di
Kabupaten Aceh Besar dengan menggunakan kuesioner untuk mengidentifikasi
struktur keluarga, aktivitas keluarga, konflik keluarga, dukungan orang tua,
kontrol orang tua, serta perilaku merokok responden. Hasil penelitian
menunjukkan prevalensi merokok pada siswa SMP Negeri di Kabupaten Aceh
Besar cukup tinggi yaitu 43,6%. Terdapatnya hubungan antara struktur keluarga
yang tidak utuh dengan perilaku merokok (p= 0,000); terdapat hubungan antara
aktivitas keluarga yang kurang dengan perilaku merokok (p= 0,000), terdapat
hubungan antara konflik keluarga dengan perilaku merokok (p= 0,000); terdapat
hubungan antara kurangnya dukungan orang tua dengan perilaku merokok
(p= 0,001); dan terdapat hubungan antara kurangnya kontrol orang tua dengan
perilaku merokok (p= 0,000). Struktur keluarga merupakan faktor yang paling
dominan mempengaruhi perilaku merokok, dimana responden dengan keluarga
yang tidak utuh lebih berisiko untuk merokok (OR= 2,946). Intervensi perlu
dikembangkan untuk mencegah perilaku merokok dengan memperkuat hubungan
antara orang tua dan anak, serta meningkatkan kemampuan orang tua dalam
mengasuh dan mengontrol perilaku anak.
Kata Kunci: Perilaku Merokok, Remaja, Keluarga.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK