POLA MIGRASI MASYARAKAT PIDIE YANG BERPROFESI PEDAGANG PASCA TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

POLA MIGRASI MASYARAKAT PIDIE YANG BERPROFESI PEDAGANG PASCA TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

RIZKA MAULANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0910101020008

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Rizka Maulana Pola Migrasi Masyarakat Pidie Yang Berprofesi
2015 Pedagang Pasca Tsunami Di Kota Banda Aceh
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Syiah Kuala
(Prof. Drs. Abidin Hasyim, M.Sc dan Bukhari, SE., M.HSc)

Migrasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota sesungguhnya sudah terjadi sejak lama. Kota dianggap sebagai daerah tujuan yang menyimpan berbagai kelebihan termasuk besarnya kesempatan kerja di sektor informal maupun non formal.
Budaya merantau adalah pola keyakinan, nilai, dan norma
yang dijiwai oleh para perantau dalam bertidak dan berperilaku. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi masyarakat Pidie bermigrasi dan budaya migrasi.
Teori yang digunakan yaitu teori migrasi Todaro yang dikembangkan dari perspektif struktural dan teori Pilihan Rasional Colleman selanjutnya dijadikan sebagai kerangka teori. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam (in depth interview) dan observasi terhadap informan untuk memahami permasalahan yang terjadi sebagai teknik pengumpulan data.
Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi orang Pidie bermigrasi ke Banda Aceh adalah kurangnya pekerjaan dan kepemilikan tanah di Pidie, perbedaan pendapatan antara di kota dengan di desa, nilai budaya dalam keluaraga Pidie yang menempatkan laki-laki berada di bawah pengawasan keluarga perempuan (istri) dan terahir akses informasi yang dibawa pulang oleh sanak saudara atau kerabat yang duluan merantau.
Budaya merantau pada masyarakat Pidie terlihat pada cara dan model berdagang diparantauan dengan sistem magang (aneuk keude), dan budaya memilih istri yang berasal dari kalangan masyarakat Pidie masih lebih dominan, meski telah merantau lama dan jauh.

Kata Kunci : Budaya Migrasi, Masyarakat Pidie

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK