<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18504">
 <titleInfo>
  <title>DAMPAK NAUNGAN TERHADAP PERUBAHAN KARAKTER AGRONOMI DAN MORFO-FISIOLOGI TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX (L.)MERRILL)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Chairudin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi magister Agroekoteknologi</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Chairudin. 1209200190003. Dampak Naungan terhadap Perubahan Karakter Agronomi dan Morfo-Fisiologi Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill). Dibawah bimbingan Efendi sebagai pembimbing utama  dan Sabaruddin Zakaria sebagai pembimbing anggota.&#13;
Pemanfaatan lahan di bawah tegakan tanaman tahunan dan semusim sebagai tanaman sela atau tumpang sari   merupakan salah satu pilihan untuk meningkatkan  produksi  kedelai  melalui  penambahan  luas  areal  tanam.  Pada kondisi lahan tersebut terdapat berbagai kendala fisik yang akan menghambat pertumbuhan dan menurunkan tingkat produktivitas kedelai. Kendala tersebut antara lain, tingkat   intensitas cahaya yang rendah akibat naungan. Oleh karena itu, tanaman kedelai yang akan dibudidayakan pada kondisi lahan tersebut harus memiliki sifat toleran terhadap   intensitas cahaya rendah. Informasi tentang perubahan karakter agronomi dan morfo-fisiologi tanaman kedelai untuk beradaptasi terhadap cekaman cahaya rendah sangat penting bagi program pemuliaan untuk memperbaiki sifat tanaman.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan karakter agronomi dan morfo-fisiologi  tanaman kedelai akibat naungan. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Teuku Umar, Meulaboh, dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, dari bulan Agustus sampai November 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terpisah dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas naungan dan varietas. Perlakuan naungan terdiri atas tiga taraf yang meliputi tanpa naungan (kontrol), naungan 25% dan naungan 50%   sebagai petak utama. Sedangkan  varietas  ditempatkan  sebagai  anak  petak  yang  terdiri  atas  enam varietas (Anjasmoro, Kipas Merah Bireun, Grobogan, Burangrang, Sinabung, Kaba). Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan mengakibatkan terjadinya perubahan karakter agronomi dalam bentuk peningkatan tinggi batang dan mempercepat  umur  berbunga  tetapi  menurunkan  jumlah  buku,  jumlah  daun trifoliat dan bobot brangkasan kering tanaman serta seluruh karakter produksi (jumlah biji berisi, berat biji kering dan indeks panen) kecuali bobot 100 biji. Dari sisi  morfo-fisiologi  tanaman,  naungan    mengakibatkan  terjadinya  peningkatan luas daun trifoliat, luas daun spesifik, jumlah klorofil a dan klorofil b,  tetapi menurunkan luas daun total serta tidak berpengaruh terhadap rasio klorofil a/b. Varietas berpengaruh terhadap karakter agronomi dan morfo-fisiologi (tinggi batang, jumlah daun trifoliat, jumlah buku, umur berbunga, bobot brangkasan kering,luas daun trifoliat,  luas daun total, dan jumlah klorofil a) kecuali jumlah klorofil b dan rasio klorofil a/b. Sedangkan interaksi naungan dengan varietas mengakibatkan  meningkatnya  tinggi  batang  dan  menurunnya  jumlah  daun trifoliat, jumlah buku, bobot brangkasan kering dan bobot biji kering serta tidak berpengaruh terhadap umur berbunga, bobot 100 biji dan karakter morfo-fisiologi tanaman (luas daun trifoliat, luas daun total, luas daun spesifik,  jumlah klorofil a, jumlah klorofil b dan rasio klorofil a/b).&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>SOYBEANS -FIELD CROP</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SHADE PLANTS</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>18504</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-11 13:43:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-03 16:28:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>