<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18451">
 <titleInfo>
  <title>PUSAT PENGOLAHAN DAN PENGOBATAN HERBAL DI ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fajar Meitasari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
PUSAT PENGOLAHAN DAN PENGOBATAN HERBAL &#13;
DI ACEH BESAR&#13;
&#13;
OLEH :&#13;
FAJAR MEITASARI&#13;
1104104010007&#13;
Tumbuhan obat / herbal merupakan  salah satu komoditas perkebunan yang memeliki peran yang cukup penting bagi perekonomian nasional maupun regional, dalam upaya meningkatkan mutu dalam bidang kesehatan dan juga sebagai penyedia lapangan kerja dan sumber pendapatan masyarakat. Provinsi Aceh merupakan salah satu daerah yang yang memiliki potensi iklim, area hijau dan lahan perkebunan yang sangat luas. Namun meningkatnya perluasan dan hasil produksi perkebunan di Aceh selama ini tidak terlalu mempengaruhi tinggat perekonomian daerah, hal itu terjadi karena Aceh belum mampu membudidayakan dan mengolah tanaman obat ini dalam jumlah banyak. Begitu juga Dengan perkembangan pasar pengobatan herbal yang semakin pesat maka produksi tanaman obat terus bertambah setiap tahunnya maka Provinsi Aceh membutuhkan suatu wadah yang mampu menampung produksi tanaman obat dalam jumlah besar termasuk hasil produksi petani tamanaman obat Aceh untuk kesejahteraan perekonomian masyarakat serta dapat memperluas budidaya tanaman obat. Pusat pengolahan dan pengobatan herbal direncanakan akan menjadi pusat budidaya dan pengolahan tanaman obat hasil alam Aceh serta praktik pengobatan dan pemasaran obatan herbal dan lain-lain serta memberikan dukungan bagi lingkungan dan masyarakat dalam pengembangan faktor ekonomi. Pusat  pengolahan dan pengobatan herbal ini akan didesain dengan tema arsitektur organik sehingga tercipta suatu kesinambungan / keselarasan antara bangunan dengan alam sekitarnya.&#13;
&#13;
Kata kunci : Tanaman Herbal, Provinsi Aceh, Pusat Pengolahan Dan Pengobatan Herbal, Arsitektur Organik.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>18451</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-09 17:34:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-11 10:05:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>