Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KAJIAN PENDIRIAN INDUSTRI ROKOK LOKAL ACEH DENGAN MENGGUNAKAN METODE STUDI KELAYAKAN INDUSTRI
Pengarang
Rizki Rinaldi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1104106010016
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Industri (S1) / PDDIKTI : 26201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pada penelitan ini akan mengevaluasi kelayakan pendirian industri rokok lokal Aceh. Penelitian ini dilakukan dikarenakan jumlah perokok semakin meningkat. Kemudian di Aceh terdapat tembakauyang melimpah yaitu di daerah Dataran Tinggi Gayo. Saat ini rokok lokal Aceh atau yang biasa disebut rokok daun hanya dijual terpisah, jadi perokok daun ini harus melinting sendiri rokok tersebut. Pada penelitian ini akan mengavaluasi kelayakan pendirian rokok lokal Aceh dengan memproduksi rokok lokal daun yang komplit, sehingga perokok daun ini tidak perlu repot untuk melinting rokok. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode studi kelayakan, di mana akan meninjau kelayakan pendirian pabrik rokok ini dengan tiga aspek yaitu aspek pasa, aspek teknis, dan biaya produksi. Pada aspek pasar membahas pasar rokok di Aceh dan menganalisis permintaan rokok. Pada aspek teknis membahas teknis operasional produksi berupa pemilihan lokai, proses produksi, kapasitas produksi, dan tata letak letak fasilitas. Pada biaya produksi membahas perhitungan biaya produksi dan kriteria investasi. Pada kriteria investasi akan dihitung Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Pay Back Period, dan Break Even Point (BEP). Total biaya investasi awal yang diperlukan yaitu Rp1.096.807.500,-. Sumber modal yang digunakan berasal dari dua sumber yaitu modal sendiri dan pinjaman bank. Dari perhitungan biaya produksi maka diperoleh harga produksi per batang rokok lokal Aceh adalah Rp255,- dengan harga jual per batang Rp319,-. Dari perhitungan kriteria investasi maka diperoleh nilai NPV yaitu Rp1.535.340.692,-, maka NPV>0 dan dinyatakan layak dari segi perhitungan NPV. Dari perhitungan IRR diperoleh nilai IRR yaitu 29,48% dan MARR 17%, maka IRR>MARR dan dinyatakan layak dari segi perhitungan IRR. Dari perhitungan pay back period jangka waktu untuk pengembalian investasi adalah selama 5 tahun 9 bulan. Dari perhitungan break even point pada penjualan 14.113.454 batang dengan pendapatan Rp4.500.541.087,- usaha pendirian rokok lokal Aceh berada pada titik impas atau disebut break even point. Maka dari beberapa analisi kelayakan tersebut dapat disimpulkan pendirian rokok lokal Aceh layak untuk didirikan.
Tidak Tersedia Deskripsi
MENGANALISA ULANG KELAYAKAN INDUSTRI KECIL PENGHANCUR PLASTIK DENGAN MENGGUNAKAN MESIN CRUSHER (Said M. Rizal, 2023)
KELAYAKAN MANUFAKTUR INDUTRI KECIL DECORATIF CHROME PLATING (Fadhli, 2024)
ANALISA KELAYAKAN INDUSTRI KECIL PENGHANCUR PLASTIK DENGAN MENGGUNAKAN MESIN CRUSHER (Alfina, 2023)
ANALISA KELAYAKAN INDUSTRI PENGGEMUKAN SAPI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENDEKATAN EKONOMI TEKNIK DI KABUPATEN ACEH BESAR (Muhardin Julfa, 2017)
STUDI KELAYAKAN USAHA PENDIRIAN INDUSTRI GELATIN KULIT IKAN TUNA DI KOTA BANDA ACEH (T.M.Azha Ridha, 2020)