KETERBUKAAN DIRI DALAM KOMUNIKASI ANTARBUDAYA MAHASISWA ASAL PAPUA DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KETERBUKAAN DIRI DALAM KOMUNIKASI ANTARBUDAYA MAHASISWA ASAL PAPUA DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH


Pengarang

Juniar Muharramah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1110102010008

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini berjudul “Keterbukaan diri dalam komunikasi antarbudaya
mahasiswa asal Papua di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh”. Tujuannya untuk
mendeskripsikan keterbukaan diri dalam komunikasi antarbudaya serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keterbukaan diri mahasiswa asal Papua
dengan mahasiswa asal Aceh di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Teori yang
digunakan dalam penelitian ini adalah teori keterbukaan diri atau yang disebut self
disclosure theory. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.
Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara (indepth interview) dan
observasi terhadap informan penelitian. Teknik pemilihan informan menggunakan
metode snowball sampling dan purposive sampling, sedangkan untuk
menganalisis data menggunakan model analisis data Miles dan Huberman.
Berdasarkan hasil penelitian, keterbukaan diri yang dilakukan mahasiswa asal
Papua melewati lima dimensi yaitu (1) Ukuran dan jumlah self disclosure;
pengungkapan topik pribadi pada waktu yang tinggi dan pesan yang disampaikan
mengenai topik keluarga, teman dan pacar. (2) Valensi self disclosure;
keterbukaan diri bersifat positif. (3) Kecermatan dan kejujuran; informasi yang
disampaikan dicermati dan disampaikan apa adanya. (4) T ujuan self disclosure;
aktualisasi diri dan memperluas jaringan pertemanan. (5) Keakraban; informasi
yang disampaikan pada tingkat privasi yang tinggi kepada teman yang dijadikan
sebagai tempat untuk melakukan keterbukaan diri . Proses keterbukaan diri yang
terjadi didukung oleh beberapa fakor yaitu besar kelompok, topik, kepribadian,
dan perasaan nyaman/ mempercayai. Namun keterbukaan diri yang berlangsung
juga tidak terlepas dari faktor-faktor penghambat yaitu culture shock, perbedaan
bahasa dan logat serta prasangka.
Kata Kunci: Keterbukaan diri, Komunikasi Antarbudaya

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK