SIFAT MEKANIS BETON MUTU TINGGI MENGGUNAKAN PASIR BESI, KERAK BOILER CANGKANG SAWIT DAN PASIR POZZOLAN SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT HALUS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

SIFAT MEKANIS BETON MUTU TINGGI MENGGUNAKAN PASIR BESI, KERAK BOILER CANGKANG SAWIT DAN PASIR POZZOLAN SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT HALUS


Pengarang

Oriza Rizky - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1209200060008

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Beton merupakan material yang paling banyak dipilih dan digunakan sebagai struktur bangunan sipil. Salah satu bahan pembentuk beton adalah agregat halus yang berfungsi sebagai pengisi. Umumnya sebagai agregat halus digunakan pasir sungai. Seiring dengan berkurangnya stok pasir sungai dan menyebabkan terganggunya lingkungan akibat penambangan pasir sungai yang terus-menerus, maka perlu dilakukan kajian dengan mensibtitusi pasir sungai dengan agregat halus alternatif yaitu pasir besi, kerak boiler cangkang sawit dan pasir pozzolan. Tujuan penelitian yaitu untuk melihat jenis bahan tambah dan komposisi terbaik yang mendekati karakteristik pasir sungai. Dalam penelitian ini jumlah agregat halus alternatif yang digunakan adalah sebesar 0%, 30%, 60% dan 90% dari total agregat halus yang dibutuhkan. Campuran beton direncanakan dengan fas 0,3 dan menambah superplasticizer jenis polycarboxilate ether sebanyak 1,5% berat semen dan fly ash sisa pembakaran batu bara sebanyak 10%. Hasil pengujian sifat mekanis menunjukkan bahwa beton dengan penggunaan agregat alternatif mempunyai kuat tekan, kuat tarik belah, kuat tarik lentur dan kuat geser murni yang lebih rendah dari beton dengan agregat halus pasir sungai. Kekuatan beton semakin menurun dengan meningkatnya jumlah subtitusi agregat halus. Pada umur 56 hari, kuat tekan tertinggi dicapai oleh beton tanpa agregat alternatif, yaitu 75,44 MPa dan kuat tekan terendah dicapai oleh beton dengan penggunaan kerak boiler cangkang sawit sebanyak 90%, yaitu 43,11 MPa. Hasil flow test menunjukkan bahwa beton dengan agregat alternatif mempunyai kecepatan aliran rata-rata lebih rendah dari beton tanpa agregat alternatif. Semakin banyak jumlah agregat alternatif semakin kecil kecepatan rata-rata aliran. Dari itu dapat disimpulkan bahwa beton dengan pasir sungai mempunyai sifat dan karekteristik yang lebih bagus dari beton dengan pasir besi, kerak boiler cangkang sawit dan pasir pozzolan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK