PEMETAAN MODEL BAWAH PERMUKAAN TERINTEGRASI DENGAN MENGGUNAKAN DATA LOG DAN DATA SEISMIK UNTUK MELIHAT PENYEBARAN BATUPASIR DI LAPANGAN “MH29” DAERAH NETHERLANDS OFFSHORE BLOCK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PEMETAAN MODEL BAWAH PERMUKAAN TERINTEGRASI DENGAN MENGGUNAKAN DATA LOG DAN DATA SEISMIK UNTUK MELIHAT PENYEBARAN BATUPASIR DI LAPANGAN “MH29” DAERAH NETHERLANDS OFFSHORE BLOCK


Pengarang

Riski Andrian - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1204107010010

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Integrasi data log dan data seismik sangat berguna untuk mendapatkan interpretasi yang baik dalam pencarian minyak dan gas bumi. Batupasir merupakan salah satu batuan yang memiliki porositas dan permeabilitas yang tinggi sehingga menjadi salah satu indikasi adanya batuan reservoir. Penelitian ini dilakukan untuk memodelkan penyebaran batupasir yang mengindikasikan adanya zona reservoir. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa log gamma ray, log sonic, log porosity, dan log density serta data penampang seismik dilapangan “MH29” Netherlands Offshore Block. Data tersebut kemudian diolah menggunakan software OpendTect. Hasil yang diperoleh dari pengolahan data tersebut berupa peta struktur waktu, peta ketebalan dan analisa terhadap penyebaran batupasir. Pada Formasi batupasir, area sebelah barat pada sumur F06-1 dan F02-1 memiliki zona pasir yang lebih tebal dibandingkan pada area sumur F03-4 dan F03-2. Sedangkan zona batupasir sumur F03-4 dan F03-2 berada pada daerah ketinggian antara batasan cekungan dan memiliki porositas yang baik dalam potensi menjadi reservoir. Nilai rata-rata porositas yaitu 30% pada sumur di area yang lebih rendah, sedangkan pada sumur di area ketinggian memiliki nilai rata-rata porositas 35%. Penyebaran batupasir pada lapangan MH29 berada pada cekungan graben yang merupakan pengendapan fluvial dari delta fan pada era Miocene sekitar 4,5 Ma.

Kata kunci: batupasir, integrasi log, OpendTect, Netherlands Offshore Block, North Sea

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK