Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH PENGGUNAAN BONGKAHAN CANGKANG SAWIT SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN, MODULUS ELASTISITAS, DAN ABSORPSI BETON DENGAN FAS 0,3
Pengarang
Ridha Radhwa Hamdani - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1104101010044
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kebutuhan akan beton yang terus meningkat, mendorong para peneliti untuk menggunakan material bahan pengisi beton yang lebih ramah lingkungan. Salah satu material tersebut adalah limbah perkebunan kelapa sawit berupa bongkahan cangkang sawit (BCS). Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mencari material alternatif agregat kasar sebagai bahan penyusun beton. Selain itu juga untuk mengetahui pengaruh penggunaan BCS sebagai substitusi agregat kasar dengan persentase 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% terhadap kuat tekan, daktilitas, pola retak, nilai modulus elastisitas, dan absorpsi, dimana beton normal (persentase BCS 0%) sebagai pembanding. BCS yang digunakan yang telah ditumbuk dan lolos saringan 12 mm serta tertahan saringan 2,38 mm. Bahan tambah yang digunakan Superplasticizer (Sika Viscocrete-10). Benda uji yang dibuat berupa silinder dengan diameter 15 cm x tinggi 30 cm untuk kuat tekan dan modulus elastisitas, sedangkan absorpsi berupa kubus dengan ukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm. Dengan masing-masing variasi persentase BCS sebanyak 3 benda uji pada setiap pengujian. Hasil pengujian kuat tekan, menunjukkan peningkatan pada persentase BCS 40% diumur 28 hari sebesar 3,83% dari beton normal. Sedangkan hasil pengujian modulus elastisitas, mengalami penurunan dibandingkan beton normal. nilai modulus elastisitas untuk substitusi BCS terbesar ada pada persentase BCS 40% sebesar 41733,179 MPa. Hasil pengujian absorpsi untuk substitusi BCS yang terbaik diperoleh pada persentase BCS 40% sebesar 3,18%. Nilai deformasi beton dan energi kehancuran juga diperoleh nilai maksimum pada persentase 40% sebesar 0,0031 dan 0,07449 N/mm. Pada pengamatan pola retak keseluruhan benda uji diklasifikasikan kedalam jenis pola retak cone and shear, kecuali benda uji pada persentase 20% yang diklasifikasikan kedalam jenis pola retak columnar.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PENGGUNAAN SUBSTITUSI ADITIF, AGREGAT HALUS, AGREGAT KASAR DAN PENAMBAHAN FILLER BIJIH BESI TERHADAP KUAT TEKAN DAN DAKTILITAS BETON MUTU TINGGI HYBRID (Fauzan Z, 2017)
PENGARUH PENGGUNAAN ADITIF, SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DAN AGREGAT KASAR SERTA FILLER TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON MUTU TINGGI (rika fadhli, 2016)
PENGARUH PENGGUNAAN CANGKANG KEMIRI SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL (SELA FITRIANI, 2018)
PENGARUH PENGGUNAAN CANGKANG KEMIRI SEBAGAI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL (YUSRAN HUDA, 2018)
PENGARUH PENGGUNAAN KERAK BOILER CANGKANG SAWIT SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN DAN ABSORPSI BETON DENGAN FAS 0,3 (Novaldi Lyonsa, 2016)