Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH PENGUNAAN PASIR POZZOLAN SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TARIK BELAH, KUAT TARIK LENTUR DAN KUAT GESER MURNI BETON MUTU TINGGI
Pengarang
M Danil Firdaus - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1104101010079
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Beton mutu tinggi memiliki rasio kekuatan terhadap berat (strength to weight Ratio) yang sangat kecil, oleh karna itu digunakanlah pasir pozzolan sebagai substitusi agregat halus karena pasir pozzolan memiliki berat jenis lebih kecil daripada pasir beton konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pozzolan alam sebagai substitusi agregat halus pada beton mutu tinggi serta nilai kadar substitusi dari pasir pozzolan yang dibutuhkan untuk mencapai kuat tarik belah, kuat tarik lentur dan kuat geser murni maksimum. Pada penelitian ini dilakukan pengujian pada umur 28 hari dengan perawatan pada suhu ruangan. Persentase pasir pozzolan yang disubstitusikan pada campuran beton mutu tinggi yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% serta 0% sebagai pembanding. Benda uji yang digunakan untuk pengujian kuat tarik belah berupa silinder berukuran diameter 15 cm x tinggi 30 cm, pengujian kuat tarik lentur berupa balok berukuran 60 cm x 15 cm x 15 cm, dan pengujian kuat geser murni berupa prisma berukuran 30 cm x 30 cm x 10 cm. Diameter agregat maksimum yang digunakan adalah 12 mm. Faktor air semen yang digunakan adalah 0,3. Dalam campuran beton ditambahkan superplasticizer sebanyak 1,5% dari berat semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tarik belah maksimum didapat pada variasi substitsi pasir pozzolan 10% yaitu sebesar 6,25 MPa dengan selisih 26,11% dari kuat tarik belah beton pembanding (0%) yaitu sebesar 4,96 MPa. Hasil pengujian kuat tarik lentur maksimum terjadi pada variasi yang sama yaitu 10% sebesar 6,49 MPa dengan selisih 25,97% dari kuat tarik belah beton pembanding yaitu sebesar 5,15 MPa. Selanjutnya, hasil pengujian kuat geser murni maksimum diperoleh nilai 5,39 MPa dari variasi 10% dengan selisih 2,75% dari kuat geser murni beton pembanding sebesar 5,25 MPa. dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan pasir pozzolan sebagai substitusi agregat halus direkomendasikan sebanyak 10%.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PENGGUNAAN KERAK BOILER CANGKANG SAWIT SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TARIK DAN KUAT GESER BETON MUTU TINGGI (MUHAMMAD IMAM PRATAMA, 2016)
PENGARUH PENGGUNAAN BONGKAHAN CANGKANG SAWIT (BCS) SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TARIK DAN KUAT GESER BETON MUTU TINGGI (Meutia Yulina, 2015)
PENGARUH PENGGUNAAN SUBSTITUSI ADITIF, AGREGAT HALUS, AGREGAT KASAR DAN FILLER BIJIH BESI TERHADAP KUAT TARIK BELAH DAN KUAT TARIK LENTUR BETON MUTU TINGGI HYBRID (Nurkhalis, 2017)
ANALISIS KUAT TARIK BELAH DAN KUAT TARIK LENTUR BETON KERTAS MENGGUNAKAN POZZOLAN ALAM (Maulida Oktaviana, 2023)
PERILAKU GESER BALOK BETON BERTULANG MUTU TINGGI DENGAN VARIASI SUBSTITUSI SEMEN, AGREGAT HALUS, DAN AGREGAT KASAR (PENGGUNAAN FLY ASH BATU BARA, KERAK BOILER CANGKANG SAWIT, PASIR POZZOLAN DAN NANOMATERIAL BIJIH BESI) (Cut Fatmawati TA, 2019)