ANALISIS TINGKAT BAHAYA KEKERINGAN DAN UPAYA MITIGASI DI KABUPATEN PIDIE JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS TINGKAT BAHAYA KEKERINGAN DAN UPAYA MITIGASI DI KABUPATEN PIDIE JAYA


Pengarang

Rahmi Hayati - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200040011

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Konservasi Sumber Daya Lahan (S2) / PDDIKTI : 54153

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Pascasarjana., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

This research was intended to determine the hazard level of drought and
mitigation efforts. The study was conducted in Pidie Jaya from January to
November 2015 by descriptive method. The results showed that the drought
hazard levels could be classified into three classes: severe, moderate, and light.
The hazard level of drought in Pidie Jaya for 10 years (2004-2013) was
categorized as light level of drought (76480.32 ha). Bandar Dua Sub district has a
high hazard level of drought (7.84 ha) due to the severe of potential drought
factor. The Mitigation effort at light drought hazard level area was by assigning
hazard assessments, such as identification and understanding of risk and effects of
drought and identification of water necessity and availability. Some mitigation
efforts in moderate drought hazard level area were dissemination of information
about the potential dangers based on the hazard identification, follow up the
potential drought, and water saving campaign. The mitigation efforts in Bandar
Dua Sub district were by priority setting on water and reservoir utilization,
repairing and constructing facilities, infrastructure, and availability of water
irrigation. Public water supply can be pursued by making conventional or
boreholes wells and by providing the drinking water by tanker or water pump.
Keywords: drought, drought hazard, mitigation

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya dan upaya mitigasi
kekeringan. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Pidie Jaya pada bulan Januari
sampai dengan November 2015 dengan metode deskriptif. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa tingkat bahaya kekeringan di Pidie Jaya berada pada tiga
kelas, yakni kekeringan tinggi, sedang dan rendah. Tingkat bahaya kekeringan di
Pidie Jaya selama 10 tahun (2004-2013) berada pada kelas ringan (76480.32 ha).
Kecamatan Bandar Dua memiliki tingkat bahaya kekeringan tinggi (7.84 ha)
akibat faktor potensi kekeringan yang tinggi. Upaya mitigasi pada tingkat bahaya
kekeringan rendah berupa tindakan penilaian bahaya, seperti pengenalan dan
pemahaman resiko dan dampak kekeringan serta mengidentifikasi kebutuhan dan
ketersediaan air. Beberapa tindakan mitigasi pada tingkat bahaya kekeringan
sedang antara lain penyebarluasan informasi potensi bahaya sesuai hasil
identifikasi dan menindaklanjuti potensi kekeringannya serta sosialisasi
penghematan air. Penanganan mitigasi pada wilayah Bandar Dua antara lain
penetapan prioritas berupa pemanfaatan air, waduk, perbaikan ataupun
pembangunan sarana, prasarana pengairan dan ketersediaan air sesuai dengan
kebutuhannya. Pemenuhan kebutuhan air masyarakat dapat diupayakan
pembuatan sumur maupun sumur bor, penyediaan air minum dengan mobil tangki
hingga pompa air.
Kata kunci: kekeringan, bahaya kekeringan, mitigasi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK