KARAKTERISTIK ATMOSFER DAN LAUT DI SAMUDERA HINDIA PADA SAAT INDIAN OCEAN DIPOLE (ANALISIS 25 TAHUN DATA METEOROLOGI) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KARAKTERISTIK ATMOSFER DAN LAUT DI SAMUDERA HINDIA PADA SAAT INDIAN OCEAN DIPOLE (ANALISIS 25 TAHUN DATA METEOROLOGI)


Pengarang

OMYTIA NURMAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0808105010018

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

551.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji pengaruh Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudera Hindia.
Dipole Mode Index (DMI) digunakan dalam menentukan tahun IOD ekstrim positif
dan tahun IOD ekstrim negatif sebagai analisis pola Sea Surface Temperature (SST),
tekanan udara, kecepatan angin, dan curah hujan. Metode penelitiannya
menggunakan software Grads untuk menyelesaikan analisis data meteorologi dan
visualisasi. Model menggunakan data sekunder empat parameter meteorologi dari
tahun 1982 hingga 2006 yang diperoleh dari National Centers for Environmental
Prediction (NCEP). Pada analisa data, digunakan data pada tahun 1994 dan tahun
1996 dibulan September-Oktober. Hasil-hasil menunjukkan bahwa nilai SST, tekanan
udara, kecepatan angin dan curah hujan yang terjadi di Indonesia pada koordinat
10ºLU-10ºLS dan 90ºBT-110ºBT. Pada saat IOD positif, perairan diwilayah barat
Indonesia mengalami SST yang dingin dari 23ºC sampai 25ºC membuat tekanan
udara menjadi tinggi dari 101000 Pa sampai 101500 Pa dengan kecepatan angin yang
tinggi dari 4 m/s sampai 8 m/s menuju kearah barat mendesak kewilayah yang
bertekanan rendah dari 101100 Pa sampai 101200 Pa serta menghembuskan awanawan
menuju wilayah Afrika dan terjadilah curah hujan yang tinggi dari 0,04 kg/m²/s
sampai 0,3 kg/m²/s dan mengakibatkan wilayah Indonesia mengalami kekeringan,
sedangkan pada saat IOD negatif di wilayah Afrika mengalami SST yang dingin
membuat tekanan udara menjadi tinggi dengan kecepatan angin yang tinggi
mendesak ke wilayah yang bertekanan rendah serta menghembuskan awan-awan
menuju wilayah Indonesia sehingga terjadilah curah hujan yang tinggi dan wilayah
Afrika mengalami kekeringan.
Kata kunci : Samudera Hindia, IOD, SST, tekanan udara, kecepatan angin, curah
hujan dan Grads.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK