POLA PEMUKIMAN MASYARAKAT KABUPATEN ACEH BARAT PASCA BENCANA TSUNAMI, 2004-2014 (SUATU STUDI DI KEC. JOHAN PAHLAWAN) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

POLA PEMUKIMAN MASYARAKAT KABUPATEN ACEH BARAT PASCA BENCANA TSUNAMI, 2004-2014 (SUATU STUDI DI KEC. JOHAN PAHLAWAN)


Pengarang

Dewi Ratnasari - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1006101050002

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kata Kunci : Tsunami, Rekonstruksi, Pola Pemukiman
Penelitian yang berjudul “Pola Pemukiman Masyarakat Kabupaten Aceh
Barat Pasca Bencana Tsunami, 2004-2014 (Suatu Studi di Kec. Johan
Pahlawan)”. Penulisan ini mengangkat masalah tentang rekonstruksi yang
dilakukan oleh badan dunia terhadap pola perumahan pasca bencana tsunami.
Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan pola pemukiman, faktor pengaruh
dan masalah pola pemukiman desa Kampung Belakang dan Suak Ribee pasca
tsunami 2004-2014. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian
sejarah (historis) dan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber yang diperoleh
dari data Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Barat, data Kantor Kecamatan
Johan Pahlawan, data desa Kampung Belakang dan Suak Ribee, serta wawancara
dengan masyarakat yang terkait dalam penelitian ini. Cara Pengumpulan data
dengan observasi, mengumpulkan data tentang pemukiman dan wawancara
dengan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola pemukiman
desa Kampung belakang dan Suak Ribee berbeda antara sebelum tsunami dan
pasca tsunami. Perbedaannya jenis perumahan pasca tsunami dikategorikan
permanen dan dalam perkembangannya jumlah penduduk di desa Kampung
Belakang dan Suak Ribee terus bertambah dan terjadi kepadatan perumahan serta
kepadatan bertambah dengan dibangunnya sarana prasarana umum di desa
tersebut. Perumahan yang diberikan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat pasca
tsunami sama, yaitu antara masyarakat ekonomi rendah, menengah, dan tinggi.
Tetapi dengan perkembangannya perumahan tersebut menjadi berbeda sesuai
dengan tingkat ekonomi yang diperoleh dari setiap masyarakat.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK