<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17997">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH MENCIT YANG DIINDUKSI ALOKSAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fitri Meutia Donytasari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diabetes mellitus adalah salah satu penyakit endokrin yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula darah. Penggunaan obat-obatan herbal dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengobati penyakit diabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang merah (Allium ascalonicum) dalam menurunkan kadar gula darah pada mencit yang diinduksi aloksan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental melalui rancangan eksperimen semu waktu dengan kelompok kontrol. Sampel penelitian ini adalah 15 ekor mencit (Mus musculus L.) dibagi secara acak ke dalam 3 kelompok, yaitu 2 kelompok perlakuan (ekstrak bawang merah masing-masing dengan dosis 250 mg/kgbb dan 1000 mg/kgbb) dan kelompok kontrol negatif yaitu akuades. Semua kelompok diberikan perlakuan selama 7 hari, selanjutnya kadar gula darah mencit setiap kelompok diukur. Data dianalisis menggunakan uji-t berpasangan. Hasil pengukuran kadar gula darah sesudah perlakuan menunjukkan kadar gula darah rata-rata kelompok kontrol negatif, ekstrak bawang merah 250 mg/kgbb  dan 1000 mg/kgbb adalah 422,75 mg/dl, 382,5 mg/dl dan 125,5 mg/dl. Hasil analisis data menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata (p&gt;0,05) kadar gula darah pada kelompok K1 (kontrol negatif) dan K2 (ekstrak bawang merah 250 mg/kgbb), tetapi terdapat perbedaan yang nyata (p</note>
 <subject authority="">
  <topic>DIABETES MELLITUS-MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.462</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17997</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-12-23 12:49:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-12-30 08:45:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>