PEMODELAN NILAI KERUSAKAN BERDASARKAN JARAK PADA PUSAT GEMPA DI KABUPATEN BENER MERIAH PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PEMODELAN NILAI KERUSAKAN BERDASARKAN JARAK PADA PUSAT GEMPA DI KABUPATEN BENER MERIAH PROVINSI ACEH


Pengarang

Andi Munawar MD - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0909200060072

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Megister Teknik Sipil., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PEMODELAN NILAI KERUSAKAN BERDASARKAN JARAK PADA PUSAT GEMPA DI KABUPATEN BENER MERIAH
PROVINSI ACEH

Oleh
ANDI MUNAWAR MD
NIM. 0909200060072

Komisi Pembimbing ;
Dr. Ir. Abdullah, M. Sc
Dr. Ir. Mochammad Afifuddin, M.Eng

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai kerusakan pada komponen bangunan rumah tinggal berdasarkan zona gempa bangunan dari pusat gempa dengan pembagian zona I, II dan III pada 8 kecamatan di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Data komponen rumah yang rusak, volume kerusakan dan nilai kerusakan berdasarkan hasil Tim Investigasi Jurusan Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu nilai kerusakan sebagai variabel terikat dan volume kerusakan sebagai variabel bebas. Volume kerusakan yang digunakan adalah pada komponen bangunan yang dominan mengalami kerusakan yaitu pada kolom, balok, ringbalk, dinding, plesteran dan lantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik yaitu analisis regresi berganda Y=a+b1x1+b2x2, analisis koefisien korelasi KK=r, analisis determinasi (R²) dan validasi terhadap model yang dihasilkan. Hasil model nilai kerusakan untuk zona I yang diperoleh dengan menggunakan regresi berganda adalah: Y = 494.911,890 + 12.412.913,274 X1 + 8.993.678,236 X2 + 10.600.536,147 X3 – 29.009,579 X4 + 127.246,485 X5 + 166.892,806 X6. Hasil model biaya kerusakan untuk zona II adalah : Y = 1.211.022,005 + 8.578.256,164 X1 + 3.598.938,984 X2 + 5.333.354,411 X3 + 91.944,092 X4 + 89.625,015 X5 + 94.333,304 X6, dan hasil model biaya kerusakan untuk zona III adalah : Y = 2.036.187,009 + 8.220.373,282 X1 + 1.051.758,134 X2 + 6.978.747,308 X3 + 289.716,611 X4 – 16.820,514 X5 + 253.460,659 X6. Dari hasil ketiga model tersebut dapat dilihat bahwa koefisien kerusakan dengan komponen kolom,balok latai, ringbalk, dinding, plesteran dan lantai, zona I mempunyai koefisein biaya kerusakan yang lebih tinggi dibandingkan dengan zona II dan III. Komponen dinding dan plesteran lebih banyak terjadi kerusakan di masing-masing zona.

Kata Kunci : jarak, komponen kerusakan, nilai kerusakan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK