<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17914">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PROSES PEMBUATAN DAN MUTU PRODUK BELACAN DEPIK (RASBORA TAWARENSIS) DI KABUPATEN ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nano Yuliadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan dan mutu produk belacan depik di Kabupaten Aceh Tengah.Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2015. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan meninjau langsung proses pembuatan produk belacan depik dari dua tempat pengrajin yang ada di Kabupaten Aceh Tengah. Wawancara dilakukan dengan menggunakan kuisioner sebagai pedoman dan daftar pengecek (check list) saat melakukan interview. Analisis mutu belacan depik dilakukan secara kimiawi (kadar air, kadar abu, pH, lemak dan protein), mikrobiologis (total bakteri asam laktat) dan uji organoleptik terhadap rasa, aroma, warna dan tekstur. Hasil survey proses pembuatan belacan depik dari dua tempat pengrajin yang ada di Kabupaten Aceh Tengah menunjukan bahwa ada sedikit perbedaan dalam proses pembuatan dan bahan-bahan yang digunakan. Mutu belacan depik pada kadar air, kadar protein dan nilai pH, lebih tinggi sampel A dibandingkan dengan sampel B. Sedangkan kadar abu, kadar lemak, dan total BAL pada sampel B lebih tinggi dibandingkan dengan sampel A. Hasil uji organoleptik warna pada sampel A lebih disukai oleh panelis dari pada sampel B. Sedangkan pada aroma, rasa dan tekstur sampel B lebih di sukai dibandingkan dengan sampel A.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17914</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-12-15 08:00:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-12-15 09:03:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>