PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA PELAJARAN IPS TERPADU MATERI PENYIMPANGAN SOSIALDI SMPN 1 PEUKAN BADA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA PELAJARAN IPS TERPADU MATERI PENYIMPANGAN SOSIALDI SMPN 1 PEUKAN BADA


Pengarang

hendra saputra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0706101040079

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Geografi (S1) / PDDIKTI : 87202

Subject
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Pemecahan Masalah, IPS.
Pembelajaran berbasis pemecahan masalah merupakan serangkaian
aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang
dihadapi secara ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) ada
tidaknya peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran
berbasis masalah; (2) aktivitas guru dan siswa; (3) keterampilan guru: dan (4) respon
siswa terhadap pelajaran IPS Terpadu dengan penerapan model pembelajaran
berbasis masalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat
deskriptif analitik. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dalam
penelitian ini adalah siswa kelas VIII1 SMPN 1 Peukan Bada dengan jumlah siswa
sebanyak 20 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposif
sampling. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini adalah mendiskripsikan data
penelitian perhitungan dengan menggunakan persentase (%). Kesimpulan dari hasilhasil
penelitian adalah: (1) ada peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII1 SMPN 1
Peukan Bada pada mata pelajaran IPS terpadu materi penyimpangan sosial melalui
penerapan model pembelajaran berbasis masalah. Hal ini dapat dilihat dari
ketuntasan klasikal sebesar 65 persen pada siklus pertama menjadi 90 persen pada
siklus kedua. Ketuntasan individual juga terjadi peningkatan mulai dari siklus
pertama sebesar 70 persen, menjadi 90 persen pada siklus kedua; (2) Aktivitas guru
dan siswa antara siklus pertama sampai siklus kedua telah mencerminkan penerapan
model pembelajaran berbasis masalah; (3) Ada peningkatan keterampilan guru dalam
mengelola pembelajaran dengan perolehan skor 2,5 pada siklus pertama, menjadi
kategori sangat baik dengan perolehan skor 3,51 pada siklus kedua; dan (4) respon
siswa yang mengatakan bahwa dengan belajar melalui penerapan model
pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap
materi yang telah dipelajari yaitu penyimpangan sosial.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK