<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17748">
 <titleInfo>
  <title>KORELASI PENAMBAHAN BERAT BADAN DIANTARA DUA WAKTU HEMODIALISIS DENGAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA PASIEN HEMODIALISIS KRONIK DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putri Handayani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Peningkatan tekanan darah dapat meningkatkan mortalitas pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis (HD). Penambahan berat badan diantara dua waktu HD merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan tekanan darah pasien. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani HD seminggu 2 kali minimal selama 3 bulan diambil secara total sampling sebanyak 71 pasien. Data yang diambil adalah data berat badan dengan menggunakan timbangan kursi digital dan data tekanan darah dengan menggunakan Sphigmomanometer digital. Pengambilan data dilakukan setelah dan sebelum pasien menjalani hemodialisis. Pasien terdiri dari 50 pasien (70,4%) laki-laki dan 21 pasien (29,6%) adalah perempuan. Berdasarkan pengukuran berat badan seluruh sampel mengalami penambahan berat badan yang dibagi kedalam 3 kategori yaitu kategori 1,2,3.  Berdasarkan perubahan tekanan darah terdapat 32 pasien (45,1%)  yang mengalami peningkatan tekanan darah sistolik, 39 pasien (54,9%) dengan penurunan tekanan  darah sistolik, 37 pasien (52,1%) dengan peningkatan tekanan darah diastolik dan 34 pasien (47,9%) dengan penurunan tekanan darah diastolik. Dengan menggunakan uji spearman didapatkan korelasi positif dengan kekuatan korelasi sedang  antara penambahan berat badan diantara dua waktu HD dengan peningkatan tekanan darah sistolik (p 0,006 r 0,476). Disimpulkan bahwa penambahan berat badan diantara dua waktu hemodialisis dapat mempengaruhi peningkatan tekanan darah sistolik.&#13;
&#13;
Kata kunci : hemodialisis (HD), berat badan, tekanan darah, sistolik.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17748</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-11-23 11:48:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-11-23 12:18:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>