ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI SAWI (BRASSICA RAPA VAR. PARACHINENSIS) PADA KELOMPOK TANI TGK BAK ASAN KECAMATAN KUTA BARO DI KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI SAWI (BRASSICA RAPA VAR. PARACHINENSIS) PADA KELOMPOK TANI TGK BAK ASAN KECAMATAN KUTA BARO DI KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Ismiranda Putri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1205002010010

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Manajemen Agribisnis (D3) / PDDIKTI : 54401

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ismiranda Putri.“Sistem PemasaranTanaman Sawi Pada Kelompok Tani Tgk Bak AsanKecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh
Budidaya tanaman hortikultura merupakan salah satu andalan bagi sektor
pertanian. Hal ini dapat dilihat dari permintaan tanaman hortikulthural yang setiap
tahunnya kian meningkat. Seiring dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat
di Indonesia maka kebutuhan akan pangan terutama makanan pokok seperti buah
dan sayuran akan meningkat.Tanaman sayur dapat berbentuk rumput, perdu,
semak, atau pohon. Bentuk pertumbuhanya tegak pendek, menjulang, atau
menjalar dengan hasil berupa umbi, bunga, buah atau biji. Umumnya tanaman
sayur berbunga sempurna (hermaphrodit), yakni dalam satu bunga terdapat bunga
jantan dan betina. Alat reproduksi jantan disebut benang sari (stamen). Benang
sari mengandung tepung sari (polen) dalam kantong sari (anthera). Sementara alat
reproduksi betina disebut putik (pistillum). Putik terdiri dari bagian bakal buah
(stigma). Benang sari Ada pula tanaman yang berbungga betina dan jantannya
terpisah atau berkelamin tunggal (unisexualis), tetapi dalam satu pohon. Selain itu
ada juga tanaman sayur yang berumah satu (monoecus), seperti melinjo, nangka,
dan keleweh.
Tanaman sayur sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari.
Awalnya tanaman ini dikenal sebagai tanaman perkebunan rakyat, tetapi kini lebih
dikenal dengan nama hortikultura. Budidaya sayuran perlu pengolahan dan
perhatian yang lebih dari tanaman lain. Agar dapat menghasilkan tanaman yang
v
maksimal.Sayuran sangat penting dikonsumsi untuk kesehatan masyarakat. Nilai
gizi makanan sehari-hari dapat duperbaiki dengan mengkonsumsi sayuran, karna
disayuran merupakan sumber vitamin, mineral, protein nabati,dan tentunya serat.
Menurut hasil seminar Gizi tahun 1963 dan Workshop of Food tahun 1968, setiap
orang indonesia memerlukan sayuran sebanyak 150 g berat bersih/orang /hari
dalam menu makanannya.
Dari sekian banyak tanaman horthikultura, Sawi (Brassica juncea L. Coss)
merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura dari jenis sayur sayuran
yang di menfaatkan daun-daun yang masih muda. Daun sawi sebagai makanan
sayuran memiliki macam-macam manfaat dan kegunaan dalam kehidupan
masyarakat sehari-hari. Sawi selain dimanfaatkan sebagai bahan makanan
sayuran, juga dapat dimanfaatkan untuk pengobatan (terapi bermacam-macam
penyakit).
Selain itu sawi juga digemari oleh konsumen karena memiliki kandungan
pro-vitamin A dan asam askorbat yang tinggi. Ada dua jenis sawi yaitu sawi putih
dan sawi hijau. Keduanya dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran
tinggi.Oleh karena itu,dalam laporan tugas akhir ini akan dibahas secara
terperinci mengenai lokasi yang strategis, cara budidaya, pemberantasan hama dan
penyakit serta panendan pasca panen,dan tentunyasistempemasaran sawi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK